Detail Berita


Arifin Tasrif Menteri ESDM, Saatnya Industri Petrokimia Bangkit?


"Arifin Tasrif Resmi Dilantik sebagai Menteri ESDM"
Sumber gambar: bisnis.tempo.co


Tanggal terbit: 24-10-2019

duniatambang.co.id – Pengangkatan Arifin Tasrif sebagai Menteri ESDM ternyata sudah “dikodekan” oleh Menteri ESDM sebelumnya, Ignasius Jonan pada 14 Oktober lalu. Pada pidatonya Ignasius Jonan menyampaikan bahwa ke depan pengembangan petrokimia merupakan hal yang vital bagi sektor energi di Indonesia.

Baca juga: Siapa Arifin Tasrif Sang Menteri Baru ESDM?

Melalui pidatonya pula, Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan, menyampaikan bahwa untuk mendorong peningkatan bisnis petrokimia sebagai salah satu pengembangan industri migas di Indonesia. "Oil and gas masih penting, the future is petrochemical (petrokimia). Minyaknya dapat imanfaatkan untuk petrochemical, banyak turunan yang bisa dibikin dari minyak (bumi) tersebut," kata Jonan pada tanggal 14 Oktober lalu di Hotel Luwansa Jakarta.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo pada acara pengumuman jajaran kabinetnya bahwa tugas Arifin salah satunya adalah merealisasikan bauran energi baru terbarukan (EBT) dan mengurangi impor migas.

Faktanya di Indonesia kapasitas pengolahan petrokimia hanya sebesar 700 kiloton per annum (ktpa). Dikutip dari esdm.go.id, dengan rampungnya dua kilang baru dan revitaliasasi empat kilang yang sudah ada, Indonesia akan memiliki kapasitas 6.600 ktpa atau hampir sepuluh kali lipat kapasitas yang dimiliki sekarang.

Arifin Tasrif sebagai Menteri ESDM periode 2019-2024 yang terpilih mempunyai background di industri petrokima. Lulusan Teknik kimia ITB ini pernah menjabat sebagai Presiden Direktur PT Petrokimia Kimia selama hampir satu dekade. Pengalaman yang dimiliki oleh Arifin Tasrif dapat mendorong realisasi pengembangan petrokimia di Indonesia.

Baca juga: PR Besar Menanti Menteri ESDM Arifin Tasrif, dari Penyelesaian 4 RUU Sampai Keberlanjutan Nasib KK

Dengan terpilihnya Arifin Tasrif sebagai Menteri ESDM diharapkan dapat mengembangkan industri petrokimia di Indonesia yang tentunya dapat mengurangi impor migas. Dengan adanya rencana pengembangan petrokimia, tentu akan membuat industri petrokimia Indonesia selangkah lebih maju untuk bangkit.

Penulis : Faris Primayudha

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !