Detail Berita


Intip Potensi Uranium-Thorium Bahan Baku Nuklir di Indonesia


"otensi Uranium-Thorium Bahan Baku Nuklir di Indonesia"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 23-10-2019

duniatambang.co.id – Nuklir sering terdengar sebagai energi yang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Energi nuklir merupakan hasil dari proses kimia yang dikenal dengan reaksi fisi dan reaksi fusi pada sebuah inti atom. Salah satu bahan baku dasar dalam pembuatan nuklir adalah Uranium dan Thorium yang merupakan unsur radioaktif.

Di Indonesia nuklir sempat digadang-gadang akan dijadikan pembangkit listrik. Namun karena banyaknya kontroversi akan kesiapan Indonesia dalam menggunakan energi nuklir, hingga kini ESDM masih terus mengkaji potensi tersebut.

Baca juga: Balitbang ESDM Kaji PLTN Berbahan Bakar Thorium

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mencatat total sumber daya uranium yang dimiliki Indonesia sebanyak 81.090 ton dan thorium sebanyak 140.411 ton. Persebaran sumber daya uranium dan thorium berada di tiga wilayah utama, yaitu Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Masing-masing wilayah tersebut memiliki potensi uranium dan thorium sebesar Sumatra memiliki 31.567 ton uranium dan 126.821 ton thorium. Kalimantan sebanyak 45.731 ton uranium dan 7.028 ton thorium, dan Sulawesi sebanyak 3.793 ton uranium dan 6.562 ton thorium.

BATAN hingga saat ini terus melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan unsur radioaktif di Indonesia. Terdapat dua metode yang dilakukan BATAN untuk mendapatkan Uranium dan Thorium yaitu metode konvensional dan metode non-konvensional. Metode konvensional dengan cara melakukan penambangan, sebagai contoh penambangan bawah tanah di Kalan, Kalimantan Barat, untuk mendapatkan bijih uranium tipe tourmalin dan monasit. Sedangkan metode non-konvensional dengan cara mengelola mineral ikutan dari suatu penambangan, sebagai contoh mengelola mineral monasiit di Kalan, Bangka Belitung, mineral zirkon di Bangka Belitung, mineral xenotim di Bangka Belitung, dan slag PT Timah Tbk di Bangka. 

BATAN saat ini memang sedang memproyeksikan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir di Indonesia di masa depan. Bahkan BATAN mengklaim telah menguasai teknologi eksplorasi, teknik penambangan, teknologi ekstraksi, teknologi pemurnian, teknologi konversi, teknologi fabrikasi, teknologi pasca radiasi bahan bakar nuklir (BBN), serta teknologi pengolahan dan penyimpanan bahan bakar nuklir bekas (BBNB).

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !