Detail Berita


Menanti Katalis Industri Semen yang Makin Melempem


"Industri Semen Melempem"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 21-10-2019

duniatambang.co.id - Industri semen saat ini memang sedang lempem. Permintaan semen merosot tajam bahkan terancam oversupply. Pada paruh pertama 2019, pertumbuhan penjualan semen domestik tercatat menurun 2,19% menjadi 29,39 ton.

Pasar semen domestik terganggu disebabkan salah satunya oleh peningkatan pasokan semen produksi China dan Thailand dari segi harga lebih murah dari pada semen domestik. Disebabkan pula karena melemahnya permintaan dari subsektor industri lain seperti industri properti.

Baca juga: Duh Industri Semen Dalam Negeri Terus Merosot

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) memprediksi hingga akhir 2019 konsumsi semen masih akan tetap stagnan dan belum optimal. ASI juga memprediksi pertumbuhan pasar semen domestik hanya akan mentok di angka 2%.

Industri semen bukanlah industri yang dapat berdiri sendiri. Pergerakan pasar industri semen sangat dipengaruhi oleh subsektor industri lainnya yang menggunakan semen sebagai bahan baku utama seperti sektor properti, real estate, dan infrastruktur. Ketika ketiga sektor industri tersebut menunjukkan perkembangan dan performa yang baik maka industri semen akan ikut terangkat.

Sektor properti, real estate, dan infrastruktur dapat menjadi katalis bagi industri semen, karena sektor tersebut berhubungan langsung dengan konsumsi semen. Awal tahun mendatang sejumlah analis cenderung melihat industri semen akan kembali terangkat dikarenakan sektor properti diprediksi akan tumbuh akibat pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI).

Emiten semen domestik dianggap perlu melakukan beberapa strategi selain melakukan efisiensi. Salah satunya memperluas jaringan ekspor agar tak hanya bergantung dari permintaan pasar domestik saja. Selain dapat meningkatkan pendapatan, ekspor dapat menambah eksistensi dan daya saing industri semen domestik di pasar global.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !