Detail Berita


Investasi Sepi, EBT Berharap Menteri Baru Membawa Perubahan


"Energi Baru Terbarukan"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 18-10-2019

duniatambang.co.id - Energi Baru Terbarukan (EBT) memang mulai dibidik, bahkan beberapa proyek sedang mulai digarap. Potensi EBT Indonesia yang tinggi tampaknya belum bisa menjadi katalis untuk proyek pengembangan EBT.

Kabar terbaru terdapat 19 proyek EBT tersendat bahkan terancam mangkrak. Sejauh ini belum ada informasi detail terkait 19 proyek tersebut, pihak ESDM hanya menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut, salah satunya bekerja sama dengan PLN untuk PLTS dan PLTB.

Baca juga:Mampukah Indonesia Capai Target 23% Bauran EBT pada 2025?

Menurut Kajian Institute for Essential Services Reform (IESR), Indonesia membutuhkan investasi hingga US$ 120 miliar untuk mencapai target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025. Hal ini menjadi pekerjaan berat bagi pemerintah untuk menumbuhkan iklim investasi yang menarik di sektor EBT.

Sepinya investasi di sektor EBT ini disebabkan oleh beberapa hal seperti ketidakpastian regulasi terkait EBT, belum matangnya perencanaan pengembangan EBT dan lain-lain.  Sementara investasi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan pengembangan proyek EBT dikarenakan proyek ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.

EBT belum dapat menjanjikan kembalinya nilai investasi awal yang besar. Pemerintah melalui kabinetnya yang baru khususnya melalui kementerian ESDM diharapkan dapat menumbuhkan iklim investasi yang sehat dan menarik untuk EBT.

Pemerintah diharapkan dapat menerapkan kebijakan energi yang komprehensif, meliputi konsep, dasar, rencana pencapaian, strategi pencapaian serta segi pembiayaan. Peran pemerintah melalui ESDM dalam membuat kejelasan regulasi dan kematangan konsep rencana pengembangan EBT diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan investor untuk menanamkan investasinya pada sektor EBT.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !