image

" Vale Gandeng Korporasi Jepang dan China Dengan Investasi 70T"
Sumber gambar: shutterstock.com

Dunia Tambang / 17 October 2019 / 0 Komentar

Vale Saham Mineral 

Vale Gandeng Korporasi Jepang dan China dengan Investasi 70 Triliun

duniatambang.co.id - Beberapa waktu yang lalu MIND ID resmi akuisisi Vale. Efek dari akuisisi tersebut, saham Vale sempat diborong oleh asing. Kini PT Vae Indonesia (INCO) menggandeng perusahaan asal Jepang dan China untuk menjalin kerja sama dengan nilai investasi mencapai US$ 5 miliar atau setara dengan Rp 70 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$) untuk 5 tahun ke depan. Komoditas nikel yang sedang naik daun menggiurkan bagi berbagai pihak apalagi nikel diramalkan akan terus meroket ke depannya. Ditambah lagi Indonesia merupakan eksportir nikel terbesar di dunia. Investasi ini merupakan kabar menggembirakan bagi Vale.

Baca juga: MIND ID Sah Kuasai Saham Vale, Asing Rebutan Beli Saham

Kerja sama antara Vale dengan perusahaan asal Jepang dan China ini berkaitan dengan proyek smelter nikel di Indonesia yang terdiri dari dua smelter baru di Bahodopi, Morowali (Sulawesi Tengah) dan Pomalaa, di Kolaka, Sulawesi Tenggara, dan pengembangan satu smelter yang sudah ada di pertambangan Sorowako Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Investasi antara Vale dengan perusahaan asal Jepang dan China merupakan bentuk kerja sama. Besaran nilai investasi jumbo itu masih didiskusikan antara kedua belah pihak untuk memperhitungkan porsi investasi masing-masing perusahaan.

Dari catatan CNBC Indonesia, Untuk smelter di Pomalaa, perseroan memperkirakan butuh dana investasi US$ 2,5 miliar (Rp 35 triliun) untuk smelter, dan tambang sekitar US$ 300 juta (Rp 4,2 triliun). Sementara untuk proyek di Bahodopi diproyeksikan membutuhkan investasi US$ 1,6-1,8 miliar (Rp 25 trilliun), sementara untuk tambang sekitar US$ 300 juta. Diproyeksikan dana investasi  untuk proyek pertambangan Sorowakom di Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan sebesar US$ 300-400 Juta. Pihak Vale berharap jalinan kerjasama ini akan berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Kerjasama ini juga diharapkan dapat mendukung kebijakan pemerinta mempercepat larangan ekspor nikel pada awal tahun depan.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar