Detail Berita


AS-China Rujuk, Emas Menukik


"Perang Dagang AS - China"
Sumber gambar: merdeka.com


Tanggal terbit: 15-10-2019

duniatambang.co.id - Perang dagang AS-China yang sudah berlangsung hampir satu tahun belakangan ini memang menjadi momok bagi pasar global bahkan menyebabkan potensi resesi ekonomi di sejumlah negara. Namun kini, tensi perang dagang tersebut mulai mereda dan sudah mencapai suatu kesepakatan fase pertama.

Fase pertama dalam kesepakatan dagang kali ini mencakup hal properti intelektual, jasa keuangan, serta rencana pembelian produk pertanian AS oleh China senilai US$ 40 sampai US$ 50 miliar dan untuk sementara tidak ada lagi kenaikan bea impor dari kedua negara. 

Baca juga: Duh Perang Dagang AS-China Terus Menekan Sektor Pertambangan

AS-China rujuk merupakan kabar yang kurang mengenakkan bagi komoditas emas. Saat perang dagang terjadi investor beralih ke instrumen safe heaven. Emas merupakan salah satu bagian dari safe heaven yang cukup digandrungi selama perang dagang AS-China meskipun harga emas masih cukup berfluktuatif.

Pada perdagangan jumat (11/10) emas menunjukkan performa negatif dan mengalami pelemahan. Dari catatan CNBC Indonesia, emas berada di level US$ 1.489,45/troy ons, melemah 0,3% di pasar spot. Sebelum perdagagan berakhir, aset yang dianggap aman (safe haven) ini amblas 1,35% ke level US$ 1.473,9/troy ons. Harga emas Antam pada Sabtu (12/10) ukuran 100 gram turun menjadi Rp 70,7 juta dari harga Jumat (11/10) Rp 70,9 juta per batang. Itu berarti harga per gramnya dibanderol Rp 707.000 per gram, turun 0,28% dibandingkan Jumat (11/10).

Emas memang belum akan benar-benar ditinggalkan pelaku pasar, sejumlah analis menilai ini merupakan ujian awal bagi emas. Sejak hembusan angin AS-China rujuk emas kembali menukik. Namun hasil perundingan AS-China belum menunjukkan adanya penghapusan bea impor dari masing-masing Negara untuk itu pasar masih menunggu kesepakatan fase kedua yang dilansir akan segera dilakukan ke depannya. Namun perlu di waspadai jika kondisi ekonomi global membaik dan pertumbuhan ekonomi meningkat emas diramalkan akan ditinggalkan

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !