Detail Berita


Ini Dia 7 Tambang Emas Raksasa di Indonesia


"Tambang Emas Raksasa di Indonesia"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 15-10-2019

duniatambang.co.id - Kekayaan perut bumi Indonesia bukan hanya soal batubara, melainkan juga emas. Emas merupakan salah satu komoditas yang menjanjikan. Saat ini, Indonesia memproduksi sekitar 4% dari produksi emas global, setengahnya berasal dari pertambangan raksasa Grasberg, tambang emas terbesar yang berlokasi di wilayah barat Pulau Papua. Lalu siapa saja yang menjadi tambang emas raksasa Indonesia?

1. Freeport

Posisi pertama ada Freeport. Siapa yang tak kenal tambang raksasa yang berlokasi di Papua ini, Freeport memproduksi 6.065 ton konsentrat per hari. dalam setiap ton konsentrat 26,5% adalah tembaga, Lalu setiap ton konsentrat mengandung 39,34 gram emas. Kemudian dalam setiap ton konsentrat mengandung 70,37 gram perak. Freeport dapat memproduksi 240 kg lebih emas per hari.

2. Amman Mineral

Amman Mineral atau dulu dikenal dengan nama PT Newmont Nusa Tenggara. Produksi emas dari tambang batu hijau yang berada di Nusa Tenggara Barat ini bisa mencapai hingga 100 kilo Oz emas dan 197 juta pound tembaga setahun. Saat ini Amman Mineral memasuki fase ketujuh atau fase terakhir penambangan di Batu Hijau. Pada fase ketujuh aaman mineral menggenjot produksi sebesar 4,47 miliar pon tembaga dan 4,12 juta ounce emas pada akhir 2020 atau awal 2021. 

3. PT Agincourt Resources

PT United Tractors Tbk (UNTR) resmi mengakuisisi PT Agincourt Resources yang mengelola tambang emas martabe. Dengan akuisisi, UNTR resmi menjadi 95% pemilik saham PT Agincourt Resources. Produksi di tambang emas Martabe berkisar dilevel 300.000-350.000 ons/tahun. Hingga kini perusahaan masih akan terus melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan emas lainnya.

4. PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA)

PT Merdeka Cooper Gold Tbk (MDKA) merupakan pemain baru di komoditas mineral. produksi emas tahun ini target produksinya 180.000-200.000 Oz. pada kuartal I 2019 produksi merdeka copper jauh melampaui target hingga mencapai 600.000 Oz. Peningkatan produksi ini didukung dengan adanya peningkatan produksi pada lapisan oksida di tambang Tujuh Bukit dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton.

5. PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI)

PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) resmi diambil alih oleh Wilton Resources Holding Pte. Ltd (WRH) dan saat ini memiliki kepemilikan sebesar 96,95% atas perusahaan. produksi emas perusahaan diharapkan bisa mencapai 185.000 troy ons per tahun.Tambang yang berlokasi di Jawa Barat ini memiliki total cadangan sebanyak 26 ton gold content.

6. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang merupakan emiten pelat merah alias BUMN menggali emas dari tambang yang berada di Pongkor, Jawa Barat. Hingga Desember 2018, Aneka Tambang memiliki cadangan emas seberat 19 ton dan sumber daya emas setara dengan 42 ton. Pada tahun ini, mereka menargetkan volume produksi sebanyak 2 ton emas.

7. PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS)

BRMS merupakan anak usaha dari Group Bakrie yang rencananya akan memproduksi tambang emas mereka tambang Poboya, yang berada di Palu, Sulawesi Tengah. Tambang ini tepatnya digarap oleh PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) yang 36% sahamnya dipegang oleh PT Bumi Resources (BUMI). Proyek tambang emas tersebut memiliki jumlah cadangan sekitar 3,9 juta ton bijih dan jumlah sumber daya sekitar 7,9 juta ton bijih. Target produksi tahun pertama sebesar 100.000 ribu ton bijih per tahun dan kedepannya akan meningkat hingga level 180.000 ribu ton bijih pertahun

Ketujuh tambang emas tersebut merupakan kekayaan bagi Indonesia dan merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Ke depannya sejumlah emiten tersebut akan terus melakukan kegiatan eksplorasi untuk menemukan cadangan emas lainnya.

 

Penulis : Lia Ade PutrI

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !