Detail Berita


Bisnis Alat Berat Turun, Ini yang Dilakukan United Tractors


"Alat Berat PT United Tractors"
Sumber gambar: www.unitedtractors.com


Tanggal terbit: 15-10-2019

duniatambang.co.id - Sejalan dengan harga komoditas yang fluktuatif terutama komoditas batubara yang cenderung menunjukkan tren turun, membuat sejumlah perusahaan tambang melakukan berbagai efisiensi. Salah satu cara yang dilakukan untuk kegiatan efisiensi adalah dengan tidak menambah atau membeli alat berat untuk operasional pertambangan dan lebih memilih melakukan peremajaan alat saja. Hal ini tentu saja membuat penjualan alat berat kena imbas menjadi sepi pembeli, salah satunya PT United Tractors Tbk yang melaporkan lesuhnya pasar alat berat dan turunnya tingkat penjualan alat berat sepanjang semester I 2019.

Baca juga: Tambang Lesu, Penjualan Alat Berat Kena Imbas

Namun, PT United Tractors Tbk sampai Agustus tahun ini mencatatkan peningkatan kinerja operasional. Peningkatan tersebut bukan melalui sektor penjualan alat berat, melainkan melalui sektor produksi dan jasa pertambangan. Peningkatan kinerja ini disokong oleh beberapa anak perusahaan UNTR yaitu PT Pamapersada Nusantara (Pama), PT Tuah Turangga Agung, dan PT Agincourt Resources.

Kondisi cuaca yang baik dan tidak hujan membuat kinerja operasional kontraktor pertambangan tak terkendala. PT Pamapersada Nusantara (Pama) sudah merealisasikan volume overburden removal (OB) atau pengupasan tanah meningkat sebesar 4,86% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 665,3 juta bank cubic meter (BCM) dari periode Januari hingga Agustus 2019. Begitu pula dengan coal getting dari Januari hingga Agustus naik 6,19% dari periode yang sama 2018 sebesar 84 juta ton batubara. Begitu pula dengan kinerja PT Tuah Turangga Agung, PT Tuah Turangga Agung mampu mengeruk batubara sebesar 6,16 juta ton tumbuh 10,39% dari periode yang sama tahun 2018.

Selain sektor batubara, UNTR juga didukung oleh sektor emas. Bisnis pertambangan emas dijalankan oleh PT Agincourt Resources yang mengoperasikan tambang emas Martabe di Tapanuli Selatan, Sumatra Utara sejauh ini per Agustus 2019 perolehan emas PT Agincourt Resources sudah mencapai 65% dari target yang dipatok. 

Di kuartal IV 2019 ini kinerja UNTR masih terus disokong oleh sektor produksi dan jasa pertambangan yang dikelola oleh beberapa anak perusahaannya. Mengingat harga komoditas yang masih fluktuatif sehingga pasar alat berat masih diperkirakan lesuh dan belum bisa diandalkan kembali.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !