Detail Berita


Kantongi Izin, Antam Garap Pemanfaatan Limbah Smelter Nikel



Tanggal terbit: 11-10-2019

duniatambang.co.id - Antam telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. SK.127/Menlhk/Setjen/PLB.3/2/2019 tertanggal 11 Februari 2019. Antam mendapatkan izin untuk pemanfaatan limbah smelter agar tidak menumpuk. Sebenarnya pemerintah memang sudah melihat adanya urgensi untuk menghapuskan limbah smelter terutama nikel dalam kategori B3 agar dapat dimanfaatkan apalagi jumlah smelter di Indonesia. Jika tidak dimanfaatkan, Limbah smelter itu diperkirakan akan menumpuk dan menjadi masalah baru bagi lingkungan.

Baca juga: Pemerintah Putar Otak Siapkan Regulasi Pemanfaatan Limbah Smelter

Baru-baru ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana mengeluarkan limbah slag nikel dari kategori bahan berbahaya dan beracun (B3). Oleh karena itu, KLHK akan segera menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) mengenai tata cara uji karakteristik pengecualian limbah slag nikel. Limbah smelter yang pertama akan dimanfaatkan memang baru limbah smelter nikel terlebih dahulu.

Saat ini Antam memanfaatkan limbah dari pabrik feronikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Antam memanfaatkan limbah tersebut untuk substitusi bahan baku pembuatan paving block, batako, dan beton. Bahan konstruksi beton tersebut diberi nama POTON atau Pomalaa Beton oleh pihak Antam.

Produk-produk tersebut digunakan untuk kepentingan di Unit Antam sendiri belum digunakan untuk keperluan komersil. Misalnya bahan baku agregat kasar untuk konstruksi roadbase di sekitar lokasi pertambangan Unit Bisnis Pertambangan (UBP) Nikel di Sulawesi Tenggara dan sebagai substitusi bahan baku agregat kasar untuk konstruksi yardbase di lokasi PLTU dan Pelabuhan ANTM.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !