Detail Berita


Menanti Titik Terang Nasib Perusahaan Tambang Raksasa



Tanggal terbit: 10-10-2019

duniatambang.co.id - Sejumlah perusahaan tambang raksasa yang kontrak PKP2B-nya akan berakhir pada tahun depan hingga lima tahun mendatang sepertinya masih harap-harap cemas. Pasalnya nasib mereka masih tersandera kejelasan payung hukum yaitu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara belum lagi kejelasan revisi UU Minerba yang masih ditunda oleh Pemerintah.

Setelah nasib buruk menimpa PT Tanito Harum yang harus menelan pil pahit pemberhentian operasi akibat pembatalan IUPK yang telah diberikan. Ketidakpastian hukum yang masih terkatung-katung ini membuat sejumlah perusahaan tambang raksasa lainnya cemas mengingat kontrak PKP2B mereka juga akan segera habis yaitu,  PT Arutmin Indonesia (2020), PT Kaltim Prima Coal (2021), PT Adaro Energy Tbk (2022), PT Multi Harapan Utama (2022), PT Kideco Jaya Agung (2023), dan PT Berau Coal (2025).

Baca juga: KPK Kirim Surat ke Presiden, Menteri ESDM Cabut Perpanjangan IUPK PT Tanito Harum

Sebagai informasi bahwa perusahaan tambang raksasa ini sangat berarti bagi Indonesia perusahaan-perusahaan tersebut menguasai 40% produksi batubara nasional. Di sisi lain sampai sejauh ini industri batubara memiliki kepentingan strategis bagi pemerintah yang berkaitan dengan suplai listrik, ekspor, PNBP, dan pajak bagi hasil. Apalagi jika melihat total produksi Arutmin dan KPC yang bisa mencapai 100 juta ton tentu nasib mereka juga akan mengguncang nasib industri batubara Indonesia.

Mengingat sebenarnya Indonesia sendiri saat ini memasuki masa transisikepemerintahan maka pembahasan sejumlah revisi aturan bahkan sejumlah RUU ditunda. Pelantikan Presiden periode 2019-2024 yang akan berlangsung 20 Oktober 2019 mendatang menjadi penantian bagi perusahaan-perusahaan tambang batubara raksasa yang berharap ketika pemerintahan periode baru sudah dilantik, kejelasan akan aturan dan hukum mengenai status kontrak mereka akan menemui titik terang.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !