Detail Berita


PLTS Di atas Lahan Bekas Tambang, Kok Bisa?



duniatambang.co.id - Lahan bekas tambang sering kali disulap menjadi tempat wisata, rekreasi ataupun museum. Siapa sangka lahan bekas tambang akan disulap menjadi penyedia energi listrik dengan tenaga surya. Kampung Reklamasi Air Jangkang misalnya wilayah bekas penambangan PT Timah seluas 31 hektar yang kini menjadi pusat rekreasi akan dibangun proyek PLTS. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3Tek KEBTKE) Kementerian ESDM sedang menyiapkan, konsep pasokan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di area bekas tambang milik PT Timah Tbk tersebut.

Pembangkit berbasis surya ini akan menjadi percontohan (pilot project) di wilayah bekas tambang. PLTS ini juga akan dijadikan sebagai salah satu unit usaha penyediaan tenaga listrik, mengingat Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan di daerah seperti Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi, sebesar Rp. 2.681 per kilo Watt hour (kwh) di atas US $ 18 cent per kwh.

Selain PLTS lahan bekas tambang milik PT Timah Tbk, PT Sumber Energi Sukses Makmur (SESM) juga sedang mengembangkan proyek PLTS diatas lahan bekas tambang yang tidak produktif diwilayah operasinya. Namun kedua proyek tersebut nampaknya belum bisa dinikmati dalam waktu dekat karena masih dalam tahap perencanaan pembangunan.

Pemanfaatan lahan bekas tambang memang harus dilakukan agar lahan tersebut tidak terbengkalai dan justru menjadi masalah bagi lingkungan. Perusahaan tambang bisa turut terlibat dalam peningkatan kapasitas Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional. Selain itu, perusahaan tambang juga akan memiliki peluang memanfaatkan lahan bekas tambang mereka yang tidak produktif untuk menjadi ladang energi.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha