Detail Berita


Batubara Kembali Suram, Amblas Nyaris 7%



Tanggal terbit: 07-10-2019

duniatambang.co.id - Lagi-lagi komoditas batubara kembali suram, resesi yang mengancam perekonomian global, perang dagang yang tak kunjung usai dilansir masih menjadi batu sandungan bagi komoditas emas hitam ini. Belum lagi pelemahan kegiatan ekspor-impor yang terjadi di berbagai belahan dunia semakin membuat batubara menukik hampir 7% dalam sepekan ini.

Awal Oktober menjadi awal yang suram pula bagi batubara. Sejak sepekan terakhir harga batubara berjangka acuan ICE Newcastle anjlok 6,9% nyaris menyentuh angka 7%. Harga batubara ditutup di level US$ 66,80/ton atau terkoreksi 2,55% dibanding dengan periode perdagangan sebelumnya (2/10/2019).

Amblasnya harga batubara ini berbanding lurus dengan melemahnya aktivitas ekspor-impor komoditas ini di berbagai belahan dunia. Sejak minggu terakhir September ekspor dari negara-negara di Cekungan Pasifik maupun Atlantik mengalami penurunan.

Tidak hanya di Pasifik dan Atlantik, Ekspor batubara Australia pun turun 2,45% dari 6,97 juta ton menjadi 6,81 juta ton. Indonesia yang merupakan salah satu pemain kenamaan di komoditas batubara pun ikut merasakan terjangan badai pada komoditas batubara. Nilai ekspor batubara Indonesia turun drastis 33,24%. Ekspor batubara Indonesia tercatat mencapai 5.33 juta pekan lalu dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 7,99 juta ton.

Ekspor amblas, begitu pula dengan impor. Beberapa Negara yang sejatinya sebagi importir batubara juga nampaknya lesuh. Belum lagi ancaman penurunan impor China pada kuartal IV 2019 seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya membuat komoditas batubara masih terancam terkoreksi.

India dan Korea Selatan misalnya juga mengurangi kuota impor batubara. Impor India turun 49,5% menjadi 1,94 juta ton pekan lalu dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 3.84 juta ton. Impor Korea Selatan juga turun 24% menjadi 2,05 juta ton sementara pekan sebelumnya mencapai 2,54 juta ton. Namun sejak salah satu tambang batubara milik India Coal Ltd diterjang banjir dan akan puasa produksi kurang lebih satu bulan, India dikabarkan akan menambah kuota impor batubaranya. Tren penurunan ini diprediksi akan terus menghantui komoditas batubara dalam kurun waktu yang cukup lama.

Baca juga: Tambang Batubara di India Terkena Banjir, Indonesia Siap Pasok

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !