image
Dunia Tambang / 6 October 2019 / 0 Komentar

Semen 

Duh Industri Semen Dalam Negeri Terus Merosot

duniatambang.co.id - Sempat diterpa isu oversupply karena pasar yang lesuh dan cenderung stagnan nampaknya industri semen Indonesia masih terus harus mengginggit jari. Belum lagi serbuan semen dari negeri tirai bambu yang menawarkan harga miring dibandingkan dengan semen lokal.

Baca juga: Wah Industri Semen Diterpa Kondisi Oversupply, Apa Strategi PT Semen Baturaja?

Berdasarkan riset yang dilakukan BCA Sekuritas, harga semen produksi China mampu dijual 15-20% lebih murah dibandingkan semen lokal. Hal ini membuat industri semen dalam negeri terus terguncang. Semen lokal nampaknya masih harus waspada dikarenakan produsen semen asal China menargetkan pengembangan bisnis jangka panjang di Indonesia, dengan alasan kondisi keuangan yang kokoh, teknologi yang lebih efisien, dan biaya modal yang rendah.

Harga saham emiten semen terus tertekan dan diwarnai aksi jual investor asing (foreign investor). Saham PT Semen Indonesia (SMGR) misalnya dalam enam hari berturut-turut dilepas oleh asing. SMGR mengalami penurunan harga saham sebanyak 425 poin atau 3.03% ke level Rp 11.200/saham. Kinerja saham SMGR terus tertekan dengan pelemahan hampir mencapai 9%. Aksi jual oleh investor asing tersebut dipicu oleh kondisi oversupply dan menurunnya penjualan properti secara nasional.

Dari catatan CNBC Indonesia, untuk menggiatkan industri properti agar berdampak positif terhadap industri semen Bank Indonesia (BI) melakukan kebijakan pelonggaran rasio loan to value (LTV) sekitar 5-10%, guna menekan uang muka pembelian rumah. Pemain industri semen masih berharap dapat kembali cemerlang dengan adanya pembangunan ibu kota baru dan proyek pembangunan perumahan rakyat yang dapat menjadi pendorong untuk membuat industri semen kembali meroket.  

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar