Detail Berita


Proyek Smelter Kian Marak, Ternyata Komponen Lokal Masih Rendah



Tanggal terbit: 05-10-2019

duniatambang.co.id - Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) merupakan persentase perhitungan komponen produksi dalam negeri yang dikandung oleh barang maupun jasa. Pemerintah berharap proyek-proyek dalam Pengadaan Barang atau Jasa, lebih banyak menggunakan barang dan jasa dari dalam negeri. Kini proyek pembangunan smelter sedang banyak mendapat soroton dari berbagai aspek, salah satunya mengenai TKDN.

Baca juga: Lagi-Lagi Polemik Baru Larangan Ekspor Nikel

Pembangunan smelter yang kian marak dilakukan dan merupakan salah satu program hilirisasi dalam bidang pertambangan yang sedang digenjot pemerintah ternyata memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang rendah. Dikutip dari CNBC Indonesia, Kepala Subdirektorat Pengawasan Usaha Eksplorasi Mineral Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM Andri Budhiman Firmanto mengatakan bahwa jumlah proyek pembangunan smelter yang kian marak terutama smelter nikel yang secara signifikan kuantitasnya bertambah namun TKDN nya masih sangat minim dan tingkat akselerasinya masih cenderung lambat. Sebagai informasi smelter nikel hingga 2020 diperkirakan akan terdapat 20 smelter yang siap beroperasi. Lalu, dengan adanya insentif, diproyeksi terdapat 31 smelter yang siap beroperasi sampai 2022.

Menurut Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak TKDN dalam hal pengadaan peralatan pertambangan yang diperoleh secara domestik (local expenditure) sebenarnya sudah tinggi yaitu sekitar 75%-85%. Namun jika presentase TKDN yang dimaksud adalah barang atau peralatan tambang hasil produksi dalam negeri presentasenya memang masih minim.

Pemenuhan TKDN baru mencapai sekitar 20% dari total aktivitas pertambangan dan pengolahan (smelter) mineral. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) akan memperketat penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam kegiatan pertambangan nantinya. ESDM akan terus meningkatkan sistem pengawasan pengadaan barang tambang dan memprioritaskan penggunaan komponen dalam negeri.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !