Detail Berita


Harga Timah Jatuh, Bagaimana Strategi TINS?



Tanggal terbit: 04-10-2019

duniatambang.co.id – Harga timah dunia jatuh membuat pengusaha timah kelimpungan mencari cara untuk mempertahankan kinerja keuangan perusahaan. Harga timah di bursa berjangka hingga akhir September 2019 berada pada level USD 16.300/metrik ton.

Pada awal Februari lalu, harga timah berada pada level USD 21.615/metrik ton. Sementara hari ini (4/10/2019) turun 0,26% berada pada level USD 16.392/metrik.

Baca juga: Mekanisme Perdagangan di Bursa Timah Indonesia dan Dunia

Melihat kondisi tersebut, PT Timah Tbk (TINS) mengambil langkah pengurangan produksi dan menurunkan tingkat ekspor. Pengurangan produksi ini dilakukan dengan pemberhentian Operasi Kapal Keruk (Dredge). Sedangkan, untuk tambang darat dilakukan pengurangan shift kerja dari 3 shift kerja menjadi 1 shift kerja.

Dari sisi pemasaran, TINS mulai mengurangi volume penjualan. Terhitung Juli, TINS telah mengurangi ekspor antara 1.000 – 1.500 ton/bulan. TINS sebagai salah satu produsen timah dunia telah menerapkan sistem pertambangan yang baik sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dari sisi teknologi, TINS telah menerapkan telah menerapkan teknologi penambangan yang bertujuan menjaga ketersediaan cadangan timah dan menjamin keberlangsungan pasokan industri timah dunia.

Harga timah yang terus berfluktuasi sepanjang tahun 2019 turut dipengaruhi oleh perang dagang AS-China. Di tengah harga timah terus bergejolak, langkah TINS dalam menurunkan produksi akan memberikan dampak terhadap harga timah.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !