Detail Berita


Komoditas Tambang Lesuh, Industri Bahan Peledak Tetap Cemerlang



Tanggal terbit: 03-10-2019

duniatambang.co.id - Bahan peledak adalah bagian utama dari proses peledakan. Dalam industri pertambangan proses peledakan bukan hal yang asing lagi, peledakan sering digunakan untuk memecah atau membongkar suatu material agar terberai dan lebih mudah untuk dilakukan penggalian oleh alat mekanis. Peledakan sangat erat kaitannya dengan kegiatan produksi dalam dunia pertambangan.

Baca juga: Juru Ledak Jadi Kunci Kegiatan Peledakan Zero Accident

Di tengah harga komoditas tambang yang fluktuatif bahkan cenderung menunjukkan tren stagnan bahkan turun, industri bahan peledak tetap cemerlang. Bukan hanya memenuhi kebutuhan bahan peledak dalam negeri, bahkan beberapa pemain industri bahan peledak juga melakukan kegiatan ekspor ke beberapa Negara, ada pula yang melakukan ekspansi bisnis dan pembangunan pabrik.

Kinerja produksi amonium nitrat PT Ancora Indonesia Resources Tbk misalnya mengalami pertumbuhan sebesar 21,39% year on year (YoY) menjadi 72,444 metrik ton. Pada tahun ini Ancora memasang target produksi amonium nitrat sebesar 125.000 MT. Pertumbuhan tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya permintaan terhadap amonium nitrat. Selain itu, PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) berencana untuk melakukan ekspansi bisnis pabrik perakitan bahan peledak booster di tahun 2020.  Nilai investasi pembangunan pabrik dari US$ 2.5 juta sampai US$ 3 juta.

Selain PT Ancora Indonesia Resources Tbk, PT Dahana (Persero) mengaku tren permintaan amonium nitrat (AN) terus meningkat sepanjang paruh pertama tahun 2019. Selain itu, Tahun ini PT Dahana (Persero) dan PT Pupuk Kalimantan tengah bekerja sama dalam membangun pabrik amonium nitrat. Total nilai investasi pembangunan pabrik amonium nitrat mencapai kurang lebih Rp 1.1 triliun. Berdasarkan kajian perusahaan, pabrik Amonium Nitrat tersebut akan dibangun di Bontang, Kalimantan Timur, dengan kapasitas hingga 75.000 ton amonium nitrat per tahunnya.

Tak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri PT. Dahana (Persero) juga telah melakukan kegiatan ekspor bahan peledak. Setelah sukses mengekspor 37.500 Kg bahan peledak berjenis Cartridge Emulsion pada Maret lalu, PT Dahana juga telah melakukan shipment kedua tahun 2019 dengan mengirim 86.000 Kg atau setara delapan kontainer Cartridge Emulsion ke Johnex Explosives Australia.

Fakta tersebut membuat sejumlah pemain industri bahan peledak optimis sektor bisnis bahan peledak tetap cemerlang meskipun harga komoditas tambang lesuh. Hal ini dikarenakan meskipun komoditas lesuh, kegiatan produksi disektor pertambangan tetap berjalan dan proses peledakan juga tetap dilakukan. Selain memenuhi permintaan dalam negeri, kegiatan ekspor dan ekspansi bisnis yang terus dilakukan dapat pula menunjang kinerja industri bahan peledak.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !