Detail Berita


Duh Perang Dagang AS-China Terus Menekan Sektor Pertambangan



Tanggal terbit: 02-10-2019

duniatambang.co.id – Perang Dagang AS-China membawa dampak untuk berbagai sektor. Perang dagang AS-China dipicu atas seruan Donald Trump terkait eskalasi bea masuk tarif impor untuk produk-produk dari Cina terutama baja dan aluminium. Merasa tertekan, Negeri Tirai Bambu tersebut pun bereaksi dengan menaikkan bea masuk tarif impor untuk produk AS, utamanya kedelai, minuman anggur, dan buah.

Perang dagang yang terus bergulir menekan beberapa sektor bisnis global seperti sektor pertambangan. Sektor pertambangan terus mengalami fluktuasi harga pada sejumlah komoditas. Bank Indonesia (BI) memandang kondisi ekonomi global akan semakin melambat di semester dua tahun ini. Pasar masih belum menunjukkan kepastian akhir perang dagang AS-China.

Pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian diperkirakan berada di kisaran 1,8 % - 2,2% sepanjang tahun 2019. Itu juga merupakan yang paling lambat sejak tahun 2017. Tahun 2018, pertumbuhan sektor ini masih sebesar 2,16%.

Komoditas tambang yang terus tertekan salah satunya adalah batubara yang terus berfuktuasi dan cenderung menunjukkan tren turun. Beberapa pemain industri batubara dalam negeri terus melakukan efisiensi di internal perusahaan dan mengurangi beban operasional agar tetap berdiri tegak di tengah badai fluktuasi harga komoditas yang cenderung lesuh seperti, PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Petrosea Tbk (PTRO).

Beberapa emiten tersebut tercatat masih mampu mempertahankan laba bersihnya namun tetap menahan diri dan terus melakukan efisiensi. Beberapa analis cenderung melihat tekanan untuk emiten batubara akan tetap berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Dua negara yang terlibat konflik perang dagang tersebut telah berupaya untuk menyelesaikan konflik perdagangan sejak awal tahun lalu. Tapi upaya tersebut mengalami pasang surut dan sedikit alot. Rencana terdekat adalah perundingan antar kedua Negara yang akan dilakukan pada 10-11 Oktober mendatang.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !