Loading...
image
Dunia Tambang / 2 October 2019 / 0 Komentar

PT Timah Tbk TINS 

Sempat Masuk Jajaran Top Loser, Laba TINS Tumbuh 20%

duniatambang.co.id - Saham PT Timah Tbk (TINS) masuk dalam jajaran top losers (jajaran saham terlemah) pada perdagangan Senin (30/9/2019). Harga saham perusahaan melemah 2,99% menjadi Rp 975/unit saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 34,95 miliar pada pukul 11:16 WIB pada Senin (30/09/2019).

Meskipun demikian TINS dinilai analis masih cenderung dalam kondisi aman, mengingat Laba TINS sebenarnya mengalami pertumbuhan sebesar 20% tepatnya naik 20,66% YoY menjadi Rp 205,29 miliar. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan produksi. Hembusan angin segar juga bagi TINS dikarenakan peningkatan harga timah di kuartal III-2019 bisa menjadi katalis positif bagi TINS.

Baca juga: Zonasi Wilayah Jadi Polemik Bagi PT Timah Tbk

Disisi lain meskipun laba TINS merangkak naik 20%, beban pokok pendapatan TINS juga bertambah dari periode sebelumnya. Beban pokok pendapatan naik terutama untuk biaya bahan baku dan jasa pihak ketiga, serta beban keuangan membukukan kenaikan biaya yang melebihi kenaikan pendapatan.

Menurut catatan CNBC Indonesia, pada periode yang sama tahun lalu, proporsi beban pokok pendapatan hanya 84,8%. Pada paruh pertama 2019 beban pokok pendapatan mencatatkan kenaikan 138,66% YoY menjadi Rp 8,84 triliun atau setara 91,53% dari total pendapatan. Selain itu, kinerja bottom line (laba bersih) perusahaan sedikit tertekan mengingat tingginya beban keuangan obligasi dan pinjaman yang meningkat.

Kedepannya pendapatan TINS masih memiliki potensi yang cukup cemerlang mengingat permintaan timah masih terus berkembang seiring dengan kebutuhan elektronik yang meningkat. Namun, tidak menutup kemungkinan muncul kekhawatiran dikarenakan kegiatan manufaktur secara global belum bertumbuh secara pesat dan PMI (Purchasing Managers Index) beberapa Negara ekonomi raksasa masih cenderung mengalami kontraksi seperti China, Amerika dan Eropa.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar