Detail Berita


Fluktuasi Harga Komoditas Tambang, Harga Ekspor Terganggu



Tanggal terbit: 30-09-2019

duniatambang.co.id - Harga komoditas tambang di pasar global terus mengalami pasang surut. Di tengah harga komoditas tambang yang fluktuatif memberi pengaruh pula terhadap penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode Oktober 2019. HPE terhadap produk ekspor Indonesia ditetapkan setiap bulan oleh menteri perdagangan. Dibandingkan dengan HPE periode September 2019, sebagian besar komoditas mengalami penurunan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan nomor 74 tahun 2019 pada 25 September 2019.

Baca jugaBatubara Menguat 1,58%, Hati-hati Turun Lagi

Penetapan HPE didasarkan pada harga rata-rata tertinggi pada bursa internasional, harga rata-rata tertinggi Free on Board (FoB), harga rata-rata tertinggi di pasar dalam negeri, atau harga rata-rata tertinggi di negara pengimpor produk pertambangan dalam satu bulan terakhir. Sejumlah produk pertambangan yang dikenai bea keluar adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Menurut catatan tirto.id, produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga rata-rata US$2.353.35/WE atau turun 0.37%, konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata US$74.94/WE atau turun 19.08%, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata US$38.29/WE atau turun 19.08%, konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata US$246.44/WE atau turun 10.50%.

Sedangkan produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada Oktober 2019 adalah konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata US$850.43/WE atau naik 1,.7%, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata US$235,42/WE atau naik 9.34%, dan nikel (Ni < 1.7%) dengan harga rata-rata US$24.86/WE atau naik 14.97%.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky P.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !