Detail Berita


Batubara Menguat 1,58%, Hati-hati Turun Lagi



Tanggal terbit: 28-09-2019

duniatambang.co.id - Harga batubara ICE Newcastle menguat 1,58% pada (26/9) dibandingkan pada hari Rabu (25/9). Penguatan harga batubara sebesar 1,58% menjadi sedikit hembusan angin segar setelah  dua pekan terakhir batubara terus mengalami tren turun hingga 4,2%.

Sentimen positif terhadap harga batubara masih memungkinkan, mengingat beberapa hal seperti kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir di Korea Selatan yang menurun, adanya penurunan jumlah stok batubara diberbagai pembangkit listrik di India dan juga cuaca panas yang mungkin melanda kawasan Korea, Jepang dan China. Peningkatan temperatur di negara-negara tersebut membuat penggunaan pendingin ruangan juga meningkat sehingga akan berbanding lurus dengan penggunaan listrik yang meningkat. Fakta ini, membuat penggunaan batubara akan meningkat pula karena batubara masih menjadi bahan bakar yang dominan digunakan untuk pembangkit listrik di beberapa Negara di Asia.

Namun dibalik kemungkinan sentimen positif tersebut, ancaman penurunan harga batubara terus menghantui. Terutama kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan batubara yang mungkin diambil China seperti pemangkasan impor batubara di kuartal IV yang mungkin terjadi pada tahun ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, china melakukan pemangkasan impor batubara melalui jalur laut hingga impor batubara China turun 15 juta ton. Jika hal yang sama diberlakukan pula tahun ini maka kemungkinan besar menjadi ancaman bagi harga batubara. Selain itu, mendekati hari nasional China pada 1 Oktober 2019, kebijakan pengetatan penggunaan bahan bakar yang berpotensi mencemari lingkungan kemungkinan akan dilakukan, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak asap. Kebijakan tersebut merupakan salah satu potensi ancaman terhadap harga batubara.

Baca juga: Membidik Potensi dan Tantangan Low Rank Coal (LRC)

Disisi lain, di benua Eropa ancaman sentimen negatif terhadap harga batubara juga masih terbuka lebar seperti tren bearish masih akan berhembus dari Eropa. Jerman dan Perancis untuk beberapa waktu ke depan akan bergantung pada pembangkit listrik tenaga angin. Sementara itu di bagian barat laut Eropa jumlah stok batubara terancam oversupply kemungkinan ini dapat terjadi karena adanya pengalihan dari batubara ke gas. Fakta-fakta ini membuat masih terbuka lebar peluang harga batubara lesuh lagi.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !