Detail Berita


Duh, Saham Emiten Tambang Amblas Lagi



Tanggal terbit: 25-09-2019

duniatambang.co.id – Di tengah perdagangan sesi II (24/9), saham emiten tambang amblas. Beberapa saham pertambangan mineral dan batubara serta migas harus menelan pil pahit karena mengalami penurunan. Kondisi ini pula didukung dengan kenyataan aksi jual investor asing di tengah kian menukiknya harga batubara global.

Baca juga: Tambang Lesu, Penjualan Alat Berat Kena Imbas

Menurut CNBC Indonesia 4 BUMN mengalami kemerosotan saham, PT Timah Tbk (TINS) anjlok 4.13% dilevel Rp 1.045/saham dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) jeblok 3.79% dilevel Rp 1.015/saham. Sementara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) amblas 3.33% dilevel Rp 2.320/saham dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) terkoreksi 3.07% dilevel Rp 2.210/saham.

Masih menurut CNBC Indonesia, emiten tambang lain yang mengalami hal serupa, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menjadi saham dengan koreksi terbesar yakni 5.84% di level harga Rp 1.290/saham. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) amblas 2.15% di posisi Rp 91/saham, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang minus 0.20% di level Rp 12.425/saham. PT Harum Energy Tbk (HRUM) sahamnya juga turun 1.82% dilevel Rp 1.350/saham. Saham dengan koreksi cukup dalam berikutnya dialami PT Indika Energy Tbk (INDY) yakni minus 2.90% dilevel Rp 1.340/saham.

Hal tersebut terjadi seiring aksi jual yang dilakukan investor asing di tengah harga batubara yang kian menukik. Harga batubara ICE Newcastle ditutup di US$ 67.8/metrik ton. Turun cukup dalam mencapai 1.6%. Harga batubara terus menunjukan tren turun sejak 16 September.

Harga batubara turun seiring dengan berlangsungnya pertemuan PBB dengan pemimpin dunia membahas mengenai isu perubahan iklim yang bertajuk UN Climate Action Summit. Acara tersebut untuk memastikan komitmen terhadap perjanjian Paris 2015 yaitu mengenai penekanan komitmen mengurangi efek rumah kaca dengan mengurangi penggunaan batubara untuk PLTU.

Di dalam negeri sendiri, saham-saham emiten tambang amblas juga dinilai merupakan dampak tidak langsung dari kondisi yang kurang kondusif. Aksi unjuk rasa yang terjadi memberikan sentimen pada persepsi investor di pasar modal.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !