Detail Berita


Beleid Eksplorasi Segera Terbit, Untung atau Rugi Bagi Pengusaha?



Tanggal terbit: 23-09-2019

duniatambang.co.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan segera menerbitkan regulasi alokasi dana eksplorasi. Perusahaan tambang mineral wajib menyetorkan dana eksplorasi cadangan baru yang direncanakan akan terbit akhir tahun ini dan akan mulai diberlakukan awal tahun 2020.

Baca juga: Cadangan Emas Di Pongkor Menipis, Antam Mulai Siapkan Strategi Baru

Sebelumnya, kebijakan eksplorasi telah diatur secara umum dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba). Untuk memperketat pengawasan kegiatan eksplorasi, beleid eksplorasi akan diresmikan dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen).

Adapun kewajiban perusahaan tambang dalam beleid ini mencakup budget exploration to revenue ratio yang merupakan dana eksplorasi yang harus dialokasikan perusahaan tambang yang disesuaikan dengan pendapatan. Kemudian, coverage exploration ratio adalah rasio cakupan eksplorasi yang tidak melakukannya di luar kawasan. Selain itu, perusahaan juga wajib untuk memenuhi reserve recovery ratio yang merupakan perhitungan perbandingan hasil tambang yang diproduksi dengan cadangan yang berhasil ditemukan.

Tujuan lain dari beleid eksplorasi ini adalah agar perusahaan tidak lalai untuk melakukan eksplorasi baru. Keinginan pemerintah selaras dengan kewajiban perusahaan tambang yang sudah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk melakukan eksplorasi, baik untuk menambah cadangan atau melakukan eksplorasi pada daerah baru.

Di samping itu, hadirnya beleid ini masih menuai berbagai tanggapan dari berbagai pihak. Dengan diterbitkan beleid ini, perusahaan akan bertambah beban pendanaan yang harus dialokasikan. Di sisi lain, perusahaan akan diuntungkan karena akan menambah umur cadangan bahan tambang.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !