Detail Berita


Tambang Lesu, Penjualan Alat Berat Kena Imbas



Tanggal terbit: 23-09-2019

duniatambang.co.id - Harga komoditas tambang yang melorot tampaknya membuat pengusaha alat berat ikut kena imbas. Alat berat merupakan salah satu senjata utama di dunia tambang yang digunakan untuk aktivitas produksi hingga transportasi pengangkutan hasil produksi. Kenyataan bahwa komoditas tambang lesu menyebabkan pembelian alat berat juga menurun. Banyak pengusaha tambang melakukan efisiensi untuk mengatasi gejolak harga komoditas.

Baca juga: Terendah Sejak 2 Tahun Terakhir, Harga Batubara Acuan Makin Lesuh

Sektor pertambangan merupakan kontributor yang mendominasi pasar alat berat dan mempengaruhi pasar alat berat cukup signifikan. Sektor pertambangan terutama batubara yang masih menunjukkan tren turun berbanding lurus dengan pasar alat berat yang menunjukkan tren turun pula.

Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Kobexindo Tractors Tbk merupakan pemeran dalam pasar alat berat dan telah menelan pil pahit seiring dengan lemahnya sektor tambang.  Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengalami penurunan penjualan terhadap truk Hino sebesar 16.5% dibandingkan dengan tahun lalu. Selain Hino, Truk Volvo juga mengalami penurunan. PT United Tractors Tbk (UNTR) penjualan alat berat Komatsu secara nilai turun 3.8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.  Penjualan alat berat KOBX tercatat senilai US$26.56 juta pada semester I/2019. Pencapaian itu turun 23.10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya penjualan alat berat, product support alat berat juga cenderung belum menunjukan akan adanya kenaikan signifikan.  Padahal umumnya jika penjualan alat berat turun, maka barang-barang yang digunakan untuk peremajaan alat berat justru akan naik karena biasanya perusahaan yang ingin melakukan replacement memilih menunda dengan cara meremajakan umur dari alat.

Kondisi pasar yang lesu, membuat pengusaha alat berat mengoptimalkan penjualan di sektor non tambang, untuk sektor tambang sendiri pengusaha belum bisa berharap banyak karena tren masih cenderung turun. Pengusaha hanya bisa melihat dan menunggu hingga kondisi pasar sektor tambang menguat kembali.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky P.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !