Detail Berita


Terganjal Hukum, Lelang Blok Tambang Ditunda



Tanggal terbit: 18-09-2019

duniatambang.co.id - Sejak tahun 2018, kementerian ESDM telah gencar melakukan pelelangan terhadap sejumlah wilayah pertambangan seperti WIUPK Matarape (nikel) di Sulawesi Tenggara dan WIUPK Bahodopi Utara di Sulawesi Tengah sudah dimenangkan oleh PT Aneka Tambang Tbk. WIUPK Kolonodale (nikel) di Morowali Utara dan WIUPK Rantau Pandan (batubara) di Bungo. WIUPK nikel Suasua dan Latao.

WIUPK nikel Suasua dan Latao pada pelelangan 2018 belum ada peminat. Fakta ini yang akhirnya membuat kementerian ESDM berencana membuka kembali pelelangan terhadap dua wilayah pertambangan nikel tersebut. Kementerian ESDM bahkan sudah menerbitkan pengumuman pra-lelang untuk WIUPK Suasua sejak 8 Juli 2019 lalu.

Pelelangan terhadap dua wilayah tersebut yaitu WIUPK nikel Suasua dan Latao ternyata tidak berjalan mulus, bukan karena belum juga ada peminat melainkan terganjal kasus hukum. Masalah yang menjerat kedua wilayah tersebut yaitu masalah tumpang tindih lahan, terutama izin usaha pertambangan (IUP) di daerah. Sengketa hukum itu muncul lantaran IUP atas kedua wilayah tersebut dicabut oleh pemerintah daerah (PEMDA). Di saat yang sama, pemegang IUP tersebut menuntut pemda atas pencabutan izin mereka. Masalah tersebut membuat Kementerian ESDM menunda proses pelelangan hingga akhir tahun ini.

Faktor-faktor yang menjadi momok dalam proses pelelangan WIUPK sendiri terdiri dari masalah tumpang tindih kepemilikan dengan pemerintah daerah, masalah rumitnya regulasi dan administrasi yang tak kunjung usai, tingginya biaya kompensasi data dan informasi (KDI). Tingginya KDI cenderung dapat menyurutkan minat investasi minerba.

Pemenang lelang wajib membayar nilai KDI yang besarannya sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1805.K/30/MEM/2018. Tingginya nilai kompensasi data dan informasi (KDI) untuk wilayah tambang yang dilelang pemerintah dinilai dapat memberatkan perusahaan yang masih harus menanamkan investasi tambahan untuk kegiatan eksplorasi.  Harga KDI dihitung berdasarkan data dan informasi luas wilayah, tipe deposit, status wilayah, dan jarak loading atau transshipment. Harga KDI WIUP/WIUPK Eksplorasi ditetapkan berdasarkan Formula Perhitungan Harga KDI.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !