Detail Berita


Divestasi Saham Vale 20 Persen Dimulai Oktober 2019



Tanggal terbit: 17-09-2019

duniatambang.co.id - Masa kewajiban divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan dimulai pada Oktober 2019. Pihak manajemen Vale mengatakan bahwa proses divestasi sedang berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Divestasi saham  asing di bidang pertambangan diatur dalam Peraturan Menteri Sumber Daya Energi dan Mineral Republik Indonesia Nomor 09 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Divestasi Saham dan Mekanisme Penetapan Harga Saham Divestasi pada Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Baca juga: Tata Cara Divestasi Saham  Asing Pertambangan yang Patut Diketahui

Divestasi saham secara bertahap ini dibagi menjadi beberapa periode selama 10 tahun yaitu tahun keenam, ketujuh, kedelapan, kesembilan, dan tahun ke sepuluh. Pada tahun keenam, perusahaan asing wajib melakukan divestasi saham sebesar 20%, tahun ketujuh sebesar 30%, tahun kedelapan 37%, tahun kesembilan 44%, dan tahun kesepuluh sebesar 51%.

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan pertemuan dengan pihak Vale untuk membahas proses divestasi tersebut. Vale berkomitmen untuk menyelesaikan divestasi pada batas waktu yang telah ditentukan yaitu pada Oktober 2019.

Dikutip dari CNBC Indonesia, berdasarkan data keuangan Juni 2019, saham Vale yang terbesar dimiliki oleh Vale Canada Limited sebesar 58,73% (PMA), Sumitomo Metal Mining Co Ltd 20,09 % (PMA), Vale Japan Limited 0,55% (PMA), kemudian disusul Sumitomo Corporation 0,14% (PMA) dan publik sebesar 20,49%.

Selain Vale, empat perusahaan yang juga wajib melakukan divestasi adalah PT Natarang Mining, PT Ensburry Kalteng Mining, PT Kasongan Bumi Kencana, dan PT Galuh Cempaka.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !