Detail Berita


Dinilai Mapan, Kerja di Tambang Berisiko yang Tinggi



Tanggal terbit: 16-09-2019

duniatambang.co.id - Industri pertambangan adalah salah satu industri yang menggiurkan. Bagi Indonesia, sumber daya yang sudah tersebar di pelosok negeri merupakan hal yang patut untuk disyukuri. Fakta ini sedikit banyak mendorong berkembangnya industri pertambangan yang dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian bangsa Indonesia.

Baca juga: Berniat Jadi Pekerja Tambang? Kenali Sistem Kerja Roster Ini

Selain menawarkan banyak keuntungan, sektor pertambangan sendiri juga menyugguhkan banyak risiko baik itu risiko terhadap lingkungan maupun risiko bagi pekerja selama melakukan aktivitas penambangan. Adapun Faktor Risiko yang sering dijumpai pada Perusahaan Pertambangan adalah sebagai berikut :

1. Ledakan

     Ledakan akan menimbulkan nyala api dan tekanan udara yang sangat tinggi lalu diikuti dengan kepulan asap hitam pekat. Ledakan yang merambat melalui turbulensi udara akan menyebabkan kerusakan fatal dan akan semakin dahsyat.

2. Longsor

Longsor di pertambangan bisa disebabkan oleh banyak hal seperti akibat dari proses ledakan, kondisi tanah, gempa bumi, terowongan, dan lain-lain.

3. Kebakaran

     Bila akumulasi gas-gas yang tertahan dalam terowongan tambang bawah tanah mengalami suatu getaran hebat, kemudian membentuk awan gas dalam kondisi batas ledak (explosive limit) dan ketika itu ada sulutan api, maka akan terjadi ledakan yang diiringi oleh kebakaran.

Selain faktor risiko di atas masih banyak risiko lainnya baik karena kondisi tidak aman ataupun tindakan tidak aman dari para pekerja seperti penggunaan alat berat, pemakaian APD, penggunaaan bahan kimia, limbah penambangan, dll. Menyoroti tingginya risiko dalam rangka menjamin kelancaran operasi, menghindari terjadinya kecelakaan kerja, kejadian berbahaya dan penyakit akibat kerja, pemerintah membuat suatu aturan mengenai pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pertambangan untuk menekan angka risiko yang ditawarkan. Melalui peraturan yang jelas dan sanksi yang tegas, perlindungan K3 harus ditegakkan. Pedoman Peraturan K3 Tambang antara lain:

 

  1. Ruang Lingkup K3 Pertambangan : Wilayah KP/KK/PKP2B/SIPD Tahap Eksplorasi/Eksploitasi/Kontruksi & Produksi/Pengolahan/Pemurnian/Sarana Penunjang
  2. UU No. 11 Tahun 1967
  3. UU No. 01 Tahun 1970
  4. UU No. 23 Tahun 1992
  5. PP No. 19 Tahun 1970
  6. Kepmen Naker No. 245/MEN/1990
  7. Kepmen Naker No. 463/MEN/1993
  8. Kepmen Naker No. 05/MEN/1996
  9. Kepmen  PE. No.2555 K/26/MPE/1994
  10. Kepmen  PE  No. 555 K/26/MPE/1995
  11. Kepmen  Kesehatan No. 260/MEN/KES/1998
  12. Kepmen ESDM  No. 1453 K/29/MEM/2000

 

Penulis : Lia Adep Putri

Editor    : Mayang Sari

 

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !