Detail Berita


Wah Industri Semen Diterpa Kondisi Oversupply, Apa Strategi PT Semen Baturaja?



Tanggal terbit: 16-09-2019

duniatambang.co.id - Industri semen cenderung stagnan. Kondisi pasar yang lesu membuat industri semen harus berhati-hati dan dibayangi dengan kondisi oversupply. Pasokan semen domestik mencapai 40 juta ton, pasokan itu sebenarnya diprediksi mampu untuk memenuhi ketersediaan 4-5 tahun kedepan.

Kondisi ini juga dijelaskan oleh Asosiasi Semen Indonesia (ASI) yang melihat bahwa hingga akhir 2019 konsumsi semen masih akan tetap stagnan dan belum optimal. ASI juga memprediksi pertumbuhan pasar semen domestik hanya akan mentok diangka 2%.

Salah satu pemain di industri semen adalah PT Semen Baturaja (SMBR). SMBR saat ini sedang membangun pabrik tambahan di Jambi. Jika pabrik tersebut siap beroperasi, SMBR menyebutkan akan mampu memproduksi sekitar 6 Juta ton semen. SMBR sendiri masih bisa tersenyum meskipun di tengah isu yang menimpa industri semen sekarang ini.

PT Semen Baturaja menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya telah menyiapkan beberapa strategi menghadapi kondisi kelebihan pasokan atau oversupply untuk pasokan semen domestik. Strategi tersebut meliputi efisiensi biaya (cost efficiency), menggenjot penjualan klinker ke pasar ekspor, diversifikasi produk untuk memperluas pasar, menggenjot promosi.

Efisiensi biaya ini dilakukan dengan cara menggunakan batubara kalori rendah dan melakukan integrasi dengan jaringan transportasi kereta api (Cement Making Center). Strategi selanjutnya, menggenjot penjualan klinker ke pasar ekspor. SMBR memproduksi klinker sebanyak 2.7 juta ton per tahun. Pada tahun 2018 sudah pernah melakukan kegiatan ekspor klinker ke Australia. SMBR juga melakukan diversifikasi produk turunan non semen lainnya, seperti semen mortar, pembuatan bata ringan, dan batching plant. SMBR juga terus menggenjot kegiatan promosi di jaman milenial seperti ini promosi SMBR merambah ke sektor digitalisasi.

Kondisi lain yang masih membuat SMBR masih bisa bernapas lega adalah penguasaan pasar di Sumbagsel yang memberikan dampak positif bagi perusahaan, serta proyek pemerintah seperti pembangunan ruas tol Sumatera-Lampung yang menyerap stok semen SMBR.

Di tengah pasar yang lesu, Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas melihat wacana pemindahan ibu kota akan menjadi terpaan angin segar bagi pelaku usaha industri semen, rencana tersebut diproyeksikan mampu mengurangi masalah kelebihan pasokan atau oversupply ketersediaan semen domestik.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor    : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !