Detail Berita


Mengenal Grasberg, Harta Karun Freeport



Tanggal terbit: 16-09-2019

duniatambang.co.id - Tambang Grasberg merupakan harta karun bagi PT Freeport Indonesia. Grasberg merupakan tambang emas terbesar dan tambang tembaga terbesar ketiga di dunia. Selain itu, Grasberg juga disebut-sebut merupakan tambang yang paling berharga di dunia. Setelah dikeruk sejak 1988, gunung bijih yang berada di ketinggian sekitar 4 ribu meter di atas permukaan laut. Grasberg bertransformasi menjadi kawah raksasa. Gunung itu menganga dengan lubang besar akibat penambangan.

Baca juga: Direstui Jonan, Kuota Ekspor Freeport Resmi Ditambah

Grasberg memiliki pesona menawan dan merupakan harta karun yang sangat berharga. Cadangan yang ada di Grasberg juga menyilaukan mata dunia. Tambang emas terbesar di dunia itu memiliki cadangan sekitar 45 juta troy bijih emas. Selain menyimpan emas, Grasberg terkenal dengan cadangan tembaga.

Grasberg mulai dieksploitasi PT Freeport pada 1988. Tiga tahun setelah pengerukan, Freeport mendapat perpanjangan Kontrak Karya II dengan masa 30 tahun dan akan habis pada 2021. Yang terbaru keputusan pemerintah Jokowi-JK memberikan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia sampai tahun 2041. Tambang tersebut dimiliki oleh Freeport yang berbasis di AS (48.74%), Pemerintah Indonesia (51.23%).

Grasberg mulanya ditambang dengan metode tambang terbuka atau open pit. Pada pertengahan 2019 ini metode penambangan terbuka tersebut sudah mencapai puncaknya dan akan segera pensiun. Saat ini PT Freeport sedang menggenjot produksi Grasberg hingga habis untuk ditambang secara terbuka, Freeport juga sedang mulai menyiapkan diri untuk beralih ke tambang bawah tanah dengan sistem block caving. PT Freeport menyebutkan bahwa telah siap melakukan transisi ke tambang bawah tanah, beberapa syarat utama yang meliputi administratif, finansial, teknis, dan lingkungan sudah dikantongi Freeport.

Dikutip dari CNBC Indonesia, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, mengatakan dengan ditutupnya tambang Grasberg open pit, maka produksi Freeport di Papua akan turun di tahun ini hingga 2020. Produksi baru akan naik pada 2022.

Mengutip laporan keuangan PT. Freeport tahun 2017, Grasberg memiliki total enam tambang penyimpan cadangan tembaga dan emas. Keenamnya yakni Grasberg open pit (tambang terbuka), Deep Ore Zone (DOZ), Deep Mill Level Zone (DMLZ), Big Gossan, Grassberg Block Cave (GBC), dan Kucing Liar.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !