Detail Berita


Direstui Jonan, Kuota Ekspor Freeport Resmi Ditambah



Tanggal terbit: 15-09-2019

duniatambang.co.id - Tambang Grasberg adalah tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar di dunia. Tambang tersebut dimiliki oleh Freeport yang berbasis di AS (48.74%), Pemerintah Indonesia (51.23%). Tambang Grasberg yang saat ini ditambang secara terbuka dikonfirmasi akan habis dan akan dilanjutkan dengan menggunakan metode tambang bawah tanah.

Di pertengahan bulan Juli Freeport secara resmi mengajukan penambahan kuota ekspor. Namun, permintaan tersebut masih perlu dievaluasi dan dikaji seperti yang dikatakan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM. Sebagai informasi, kuota ekspor konsentrat PTFI yang sudah disetujui pemerintah saat itu sebesar 198.282 ton. Permintaan penambahan kuota ekspor tersebut dilakukan sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dan akan dimulai pada bulan September tahun ini.

Baca juga: Kejutan di Akhir 2019, Freeport Beralih ke Tambang Bawah Tanah

Pada Jumat (13/9), Menteri ESDM Ignasius Jonan telah mengkonfirmasi bahwa izin penambahan kuota ekspor tembaga kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) telah terbit.

Kuota ekspor tembaga PTFI ditambah sebesar 500 ribu ton atau tiga kali lipat lebih dari kuota ekspor Maret lalu yang hanya 198.282 ton. Total kuota ekspor tembaga yang dimiliki Freeport menjadi 700 ribu ton. Penambahan kuota ekspor Freeport mencapai 250%

Awalnya PT Freeport menjelaskan bahwa tambang Grasberg tidak bisa berproduksi lagi dengan metode tambang terbuka. Namun, setelah dilakukan kajian dan evaluasi ternyata tambang Grasberg masih bisa dioptimalkan dan masih dapat berproduksi. PT Freeport akan menggenjot dan memaksimalkan produksi tambang Grasberg sebelum pensiun dari tambang terbuka menjadi tambang bawah tanah.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !