Detail Berita


Tanah Jarang Mulai Menggiurkan, PT Timah Genjot Bangun Fasilitas Produksi



Tanggal terbit: 13-09-2019

duniatambang.co.id - Tanah jarang di Indonesia termasuk potensial dan strategis untuk dikembangkan. Pemanfaatannya dapat menyentuh berbagai sektor seperti militer, kesehatan, energi, manufaktur, dan industri teknologi tinggi. Hal ini tentunya sangat menggiurkan mengingat potensi logam tanah jarang di Indonesia cukup tinggi, Namun hingga saat ini pemanfaatan logam tanah jarang di Indonesia belum dilakukan secara maksimal.  Selama ini, China merupakan negara terbesar di dunia yang memproduksi logam tanah jarang.

Tanah jarang yang mulai menggiurkan membuat PT Timah Tbk (TINS) serius menggodok pembangunan pabrik pengolahan mineral logam tanah jarang atau rare earth di Kepulauan Bangka Belitung. Pembangunan ini akan memakan waktu sekitar satu tahun dan akan dimulai sejak kuartal III 2019.

Baca juga: Diprediksi Penuhi Demand Dunia 2093, Pembangunan Smelter REE Hasil Penambangan Timah Kian Digalakkan

Hasil pengolahan tanah jarang yang akan dilakukan PT Timah Tbk (TINS) adalah senyawa logam tanah jarang berbentuk senyawa karbonat. Fasilitas pengolahan tersebut akan memisahkan logam tanah jarang dan unsur radioaktif uranium atau thorium dari mineral monasit yang merupakan produk ikutan dalam penambangan bijih timah.

Pendanaan untuk pembangunan pabrik pengolahan ini berasal dari penerbitan obligasi dan sukuk yang dilaksanakan TINS belum lama ini. Untuk membangun fasilitas ini hingga selesai, TINS menyiapkan anggaran Rp 100 miliar-Rp 200 miliar.

PT Timah Tbk (TINS) juga sudah melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Pusat Teknologi Bahan Galian Nuklir untuk pengelolaan produk samping uranium atau thorium.

 

Penulisan : Lia Ade Putri

Editor       : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !