Detail Berita


Harga Batubara Jeblok, Bukit Asam Rehat Eksplorasi Hingga 2020



Tanggal terbit: 12-09-2019

duniatambang.co.id - Sejak dua tahun terakhir, harga batubara masih menunjukkan tren cenderung turun.  Hal ini masih menjadi momok bagi para pengusaha batubara. Strategi bisnis sangat diperlukan untuk mengatasi kondisi ini, agar perusahaan tetap mempertahankan laba di tengah tren yang terus turun.

Baca juga: Terendah Sejak 2 Tahun Terakhir, Harga Batubara Acuan Makin Lesuh

Harga batubara yang kian jeblok inilah yang membuat PT Bukit Asam Tbk sebagai salah satu perusahaan batubara memilih untuk tidak melakukan kegiatan eksplorasi hingga Maret 2020. Dikutip dari Kontan, Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Tbk Suherman mengatakan bahwa perseroan tidak akan melakukan aktivitas eksplorasi sampai dengan enam bulan ke depan yaitu sampai Maret 2020. 

PT Bukit Asam Tbk memilih fokus pada peningkatan produksi dan penjualan ke pasar domestik. Perseroan melihat pasar domestik cenderung menguntungkan. Selain itu sekretaris PT Bukit Asam Tbk juga menambahkan bahwa akan melakukan perincian terhadap data geologi guna mengoptimalkan perhitungan sumber daya dan cadangan pada daerah yang sudah mendapatkan izin usaha pertambangan (IUP).

Baca juga: Bukit Asam Lakukan Efisiensi Kala Harga Batubara Anjlok

Penurunan harga batubara telah sedikit menghambat kinerja perusahaan. Menurut catatan Kontan, PT Bukit Asam pada kuartal pertama tahun ini hanya mengalami pertumbuhan pendapatan 0,95% menjadi Rp 10,63 triliun. Sedangkan di kuartal pertama 2018 pendapatan PTBA tercatat Rp 10,53 triliun. Hal tersebut membuat laba juga ikut turun. Per Juni 2019 lalu, PTBA hanya mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,16 triliun, anjlok 16,28% dibanding laba bersih di semester I-2018, yang mencapai Rp 2,58 triliun. Padahal volume penjualan PTBA tumbuh 9,6%.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !