Detail Berita


Juru Ledak Jadi Kunci Kegiatan Peledakan Zero Accident



duniatambang.co.id - Keselamatan dan kesehatan kerja pada kegiatan pertambangan merupakan aspek yang penting untuk perlindungan tenaga kerja. Segala aspek yang berpotensi membahayakan pekerja harus ditangani secara khusus. Salah satu pekerjaan yang dapat menimbulkan bahaya pada industri pertambangan adalah kegiatan peledakan.

Kegiatan peledakan bertujuan untuk memecahkan suatu material (batuan) dengan bahan peledak. Pada kegiatan ini rentan terjadi insiden membahayakan baik pada high explosive maupun low explosive. Bahaya itu bisa terjadi dari sifat bahan peledak, cara membawa, cara penyimpanan di dalam gudang baik pada tambang terbuka maupun bawah tanah, serta penggunaan maupun pengawasannya pada pasca peledakan. Bahaya yang dapat ditimbulkan seperti flying rock, vibration, miss fire, air blast, smokes and fumes.

Hasil peledakan akan optimal apabila perlengkapan, peralatan, dan metode yang dipakai sesuai dengan standar. Dan yang paling penting adalah kegiatan peledakan harus dilakukan oleh juru ledak yang telah memiliki kompetensi.

Pelaksanaan kegiatan peledakan pada kegiatan pertambangan dan batubara diatur dalam  Kepmen ESDM No. 1827K/30/MEM/2018 Tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik dan Kepdirjen Minerba No. 309.K/37.04/DJB/2018 Tentang Petunjuk Teknis Keselamatan Bahan Peledak dan Peledakan Serta Keselamatan Fasilitas Penimbunan Bahan Bakar Cair Pada Kegiatan Usaha Petambangan Mineral dan Batubara.

Baca juga: Keputusan Menteri ESDM No 1827 K 30 MEM 2018

Juru ledak adalah seseorang yang diangkat oleh Perusahaan Pertambangan atau KTT/PTL yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan peledakan dan/atau melakukan inisiasi peledakan serta memiliki Kartu Izin Meledakkan (KIM).

Dibandingkan dengan Kepmen Pertambangan dan Energi No. 555.K/26/M.PE/1995 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum, setiap petugas peledakan harus memiliki KIM. Sementara kegiatan peledakan terbagi menjadi beberapa sub bagian. Hal ini agak membuat rumit perusahaan karena petugas peledakan harus memiliki kompetensi yang sama meski tingkat kesukaran sub bagian kegiatan yang peledakan yang berbeda.

Kepmen 555 dicabut kemudian digantikan dengan Kepmen 1287 sebagai bentuk penyederhanaan dari Kepmen 555. Kepmen 1287 menawarkan Kartu Pekerja Peledakan (KPP) yang dimaksudkan untuk menggantikan KIM pada beberapa sub kegiatan peledakan yang masing-masing KPP memiliki tingkatan yang berbeda.

Kompetensi juru ledak dan petugas peledakan bertujuan untuk mencapai kegiatan peledakan yang zero accident demi keselamatan dan kesehatan kerja pada kegiatan peledakan.

 

(MS)