Detail Berita


Harga Emas Tergelincir Dibawah Level USD 1.500



duniatambang.co.id - Kilau logam kuning meredup, harga emas tergelincir jatuh ke level terendah hampir sebulan terakhir. Hal tersebut terjadi akibat peningkatan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat dan apresiasi dolar membebani daya tarik aset-aset safe haven logam mulia.

Meningkatnya imbal hasil obligasi membuat kilau emas kian meredup sehingga harga logam kuning tersebut anjlok lebih dari 4% dalam waktu kurang dari seminggu.

Dikutip dari CNBC Indonesia, harga emas di pasar spot gold turun 0,58 persen pada USD 1.489,97 per ounce. Sedangkan, harga emas berjangka AS tergelincir 0,90 persen menjadi USD 1.497,6 per ounce. Pergerakan emas biasanya berlawanan arah dengan pergerakan Dollar AS.

Harga jual emas di perdagangan internasional juga mempengaruhi kondisi emas Antam. Dikutip dari CNN Indonesia, PT Aneka TambangTbk (ANTAM) pada Rabu (11/9) mengalami penurunan sekitar Rp3.000 dari Rp754 ribu per gram pada Selasa (10/9) ke posisi  Rp751 ribu per gram. Begitu pula dengan harga pembelian kembali (buyback) yang turun Rp3.000 dari Rp678 ribu per gram menjadi Rp675 ribu per gram pada hari ini.

Baca juga: Pengaruh Perang Dagang AS-China Terhadap Harga Emas

Adapun harga jual pecahan emas lainnya dengan berbagai ukuran menurut data Antam,  sebagai berikut: 0,5 gram senilai Rp400 ribu, 2 gram Rp1,45 juta, 3 gram Rp2,15 juta, 5 gram Rp3,57 juta, 10 gram Rp7,08 juta, 25 gram Rp17,6 juta, dan 50 gram Rp35,13 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp70,2 juta, 250 gram Rp176 juta, 500 gram Rp351,8 juta, dan 1 kilogram Rp724,6 juta.

Namun menanggapi kondisi terkini, para analis cukup optimis dan memprediksi secara umum harga emas masih akan positif berdasarkan trend yang terjadi selama tiga bulan terakhir. 

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor    : Mayang Sari