Detail Berita


Krakatau Steel Bangkrut, Ada Rencana Gabung Holding Pertambangan?



duniatambang.co.id - Dalam tujuh tahun terakhir, PT Krakatau Steel terus merugi. Beberapa waktu lalu, PT Krakatau Steel (KS) telah melakukan upaya restrukturisasi organisasi dengan melakukan perampingan posisi. Akibatnya, terjadi pengurangan pegawai berkisar 1.300 orang.

Baca juga: PT Krakatau Steel (KS) Bangkrut, Ribuan Karyawan Kena PHK

Perampingan dilakukan bertujuan untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan untuk  meningkatkan daya saing perusahaan. Krakatau Steel dikabarkan akan bergabung dengan holding pertambangan yang saat ini dengan nama baru MIND ID.

Head of Corporate Communication Inalum, Rendi Witular, menyampaikan rencana Krakatau Steel akan bergabung dengan holding pertambangan masih dalam tahap kajian. Saat ini, Krakatau Steel berfokus berbenah diri untuk menyelesaikan utang-utang perusahaan. Setelah menyelesaikan utang, Krakatau Steel diharapkan dapat bergabung dengan holding pertambangan.

Dengan bergabung pada holding pertambangan, Krakatau Steel bisa mendapatkan beberapa keuntungan. Krakatau Steel dapat menerima pasokan batubara kokas (coking coal) dari anggota holding pertambangan yaitu PT Bukit Asam Tbk. Selain itu, Krakatau Steel juga dapat menerima pasokan bijih besi dari PT Aneka Tambang yang berupa feronikel untuk stainless steel.

Saat ini anggota MIND ID terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Timah Tbk, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Aneka Tambang Tbk (Antam), dan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Baca juga: Memajukan Bangsa, MIND ID Berikan Beasiswa Mahasiswa Uncen

 

(MS)