Detail Berita


Bumi Resources Mulai Lirik Hilirisasi Batubara



duniatambang.co.id – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merencanakan melakukan perluasan bisnis di bidang hilirisasi batubara. BUMI Sedang menunggu perpanjangan kontrak PKP2B yang masih belum ada kepastian, perusahaan enggan membeberkan secara jelas rincian rencana hilirisasi ini. Dua anak perusahaan BUMI generasi pertama yang akan jatuh tempo kontrak PKP2B adalah PT Arutmin Indonesia pada 2020 dan PT Kaltim Prima Coal pada 2021.

Baca jugaMenghitung Bulan Habis Kontrak, Arutmin dan KPC Bakal Tutup?

Proyek hilirisasi ini masih dalam tahap pembahasan perusahaan. Sejauh ini, sudah dilakukan studi kelayakan. Perusahaan berharap agar tahap studi kelayakan ini selesai secepatnya.

BUMI akan melakukan hilirisisasi menggunakan teknologi gasifikasi. Batubara dikonversi menjadi syngas kemudian diproses menjadi dimethyl ether (DME) yang bisa dijadikan sebagai pengganti LPG.

Program hilirisasi memerlukan teknologi tinggi. Industri dasar diperlukan sebagai pendukung mengolah bahan mentah menjadi bahan baku atau yang menghasilkan enegi untuk keperluan industri.

BUMI sebagai emiten emas hitam yang memiliki cadangan batubara terbesar di Indonesia melirik potensi pertumbuhan perusahaan melalui hilirisasi batubara. Namun, perusahaan tetap memprioritaskan penyelesaian utang-utang perusahaan.

Baca juga: Selain Sebagai Bahan Bakar PLTU, Batubara Juga Bisa Digasifikasi

Perusahaan yang bervisi menjadi perusahaan kelas dunia bidang energi dan pertambangan tersebut berharap segera mendapat kejelasan terkait perpanjangan kontrak PKP2B menjadi IUPK. Dengan demikian, proyek hilrisasi batubara dapat dikerjakan untuk tahap selanjutnya.

 

(MS)