Detail Berita


Sosialisasi Kode KCMI 2017



duniatambang.co.id - Pada tanggal 28 Agustus 2019, komite KCMI melakukan program sosialisasi untuk penggantian kode KCMI 2011 dengan versi terbaru KCMI 2017. Versi baru 2017 ini sekarang wajib bagi KCMI Competent Persons Indonesia (CPI) untuk mengajukan pelaporan publik, dan diakui oleh badan standar internasional CRIRSCO. Sekitar 185 orang menghadiri (termasuk 4 wanita) seminar satu hari yang diadakan dalam Bahasa Indonesia.

Sesi pagi;

Refleksi pada Kode.

Ir. Adi Maryono, Ketua komite gabungan KCMI (IAGI & PERHAPI). Kode KCMI adalah kunci keberlanjutan dan akuntabilitas untuk industri pertambangan Indonesia. Indonesia dipandang memiliki potensi geologis yang besar, tetapi ini harus disandingkan dengan tenaga kerja yang kompeten dan profesional. Komite KCMI akan mempromosikan kode pelaporan KCMI 2017 melalui berbagai organ di Indonesia (BEI, OJK dll) serta di panggung internasional.

Ir. Sukmandaru Prihatmoko, Ketua IAGI. Kode KCMI 2017 adalah untuk menjaga pelaporan sumber daya & cadangan yang profesional dan andal. Kode ini adalah sistem untuk melindungi reputasi profesional Indonesia yang bekerja di industri pertambangan.

Ir. Rizal Kasli, Ketua PERHAPI. Menjabarkan sejarah dan tujuan PERHAPI. Ada 4 poin yang muncul dari penerapan kode KCMI yaitu:

1. ESDM menghargai pengenalan KCMI karena ini telah menghasilkan laporan yang lebih baik.

2. Pengakuan internasional

3. Mendukung pengembangan kompetensi CPI

4. Memperkuat profesionalisme & etika dalam profesional geologi & pertambangan.

Pembicara;

Ir. Andri Firmanto, Kepala Eksplorasi di Direktorat Jenderal Mineral & Batubara, ESDM. Presentasi slide yang hebat memberikan garis besar industri pertambangan Indonesia, dan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Yang paling nyata, apakah ini adalah salah satu presentasi ESDM pertama yang saya lihat yang mengakui eksplorasi Greenfield sebagai lawan eksplorasi pada umumnya. Presentasi juga melihat ESDM sebagai mengakui kode pelaporan KPI dan CPI, (serta kode SNI & CP).

Proturan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara No. 569.K / 30 / DJB / 2015 tanggal 14 April 2015, sebagaimana dimaksud Kompeten Indonesia (CPI) adalah anggota asosiasi yang ditetapkan oleh Organisasi Profesi (IAGI dan Perhapi) sesuai yang sesuai dengan kriteria dan sesuai Ketentuan serta kode yang ditentukan oleh masing-masing Organisasi Profesi, dimana dalam membuat pelaporan hasil eksplorasi, estimasi sumber daya dan estimasi cadangan berdasarkan kode KCMI dan SNI

Presentasi juga menunjukkan bahwa ESDM menganalisis lebih dekat pada seberapa banyak eksplorasi yang dilakukan di daerah petak saat ini, rasio penggantian cadangan, rasio anggaran eksplorasi terhadap pendapatan serta peraturan dan ketentuan.

Diskusi Umum;

- Tampaknya ESDM belum memiliki sistem yang memadai untuk memeriksa atau mengevaluasi jika laporan yang diterimanya sesuai dengan kode pelaporan SNI atau KCMI.

- BEI memiliki MOU dengan komite KCMI untuk membantu mereka memeriksa sumber daya & laporan cadangan yang disampaikan ke IDX untuk IPO. Namun, tidak ada persyaratan bahwa laporan publik berikutnya harus mengikuti kode pelaporan apa pun.

Presentasi & Diskusi Panel;

Moderator Budianto dari MGEI

Suryo Eko Hadianto, Direktur Operasi Produksi PT. Bukit Asam Tbk (BA). BA membuat sejumlah laporan internal dan eksternal yang mematuhi pengguna akhir yang berbeda dari laporan tersebut. Laporan internal dan publik BA mengikuti kode KCMI 2017, termasuk CPI terkait, terutama ketika laporan ditujukan untuk aktivitas Global Bond mereka.

Suryo, PT. Bursa Efek Indonesia (IDX). Latar belakang umum kinerja BEI dan jumlah IPO terbaru. Perusahaan eksplorasi / penambangan yang ingin melakukan IPO harus menyerahkan sumber daya & laporan cadangan yang disiapkan oleh Orang yang Kompeten, dan laporan tersebut harus valid hingga 1 tahun, ditambah kriteria lainnya. Kepatuhan pelaporan ESDM yang diakui BEI bergantung pada kode SNI, dan bahwa Studi kelayakan dapat sesuai dengan kode KCMI (atau JORC) yang disiapkan oleh CPI.

Diskusi Umum;

- BEI mengakui bahwa di masa depan perusahaan pertambangan harus membuat semua sumber daya & laporan cadangan sesuai dengan persyaratan kode KCMI. Harus ada laporan tahunan tentang sumber daya & cadangan.

- Aturan listing ganda dan penilaian saham sedang ditinjau dimana ada persyaratan kode pelaporan yang berbeda untuk perusahaan Indonesia dengan listing kedua di Australia, dan perusahaan Australia listing ganda di Indonesia.

- Peran CPI belum sepenuhnya dihargai oleh banyak perusahaan Indonesia terutama karena tidak ada penyesuaian gaji umum yang sejalan dengan tanggung jawab tambahan dari pelaporan yang patuh yang juga berfungsi untuk mengurangi profil risiko perusahaan.

- CPI untuk sumber daya & cadangan KCMI tidak sama dengan CPI untuk penilaian (sesuai VALMIN). Komite KCMI sedang mencari untuk membuka topik terpisah ini kepada komunitas profesional.

Surat Endaran dari komite KCMI - Arif Zardi membacakan kepada hadirin tentang sosialisasi kode KCMI 2017.

Sesi Sore;

Diskusi Umum;

Audiens mencari perbandingan singkat dalam status antara KCMI dan JORC atau SNI.

- Adi Maryono, Ketua komite KCMI. Para profesional Indonesia perlu bekerja sama di dunia nyata di mana ada kode pelaporan profesional paralel yang beroperasi (SNI / KCMI). Komite KCMI telah bertemu dengan OJK dan yang lainnya untuk mensosialisasikan kode KCMI. Hubungan kode KCMI dan JORC sebagian besar merupakan sistem yang sama, meskipun satu perbedaan mungkin adalah sifat hukuman untuk ketidakpatuhan.

Pengantar KCMI 2017 dengan moderator Wulan

Ir. Robby Rafianto, CPI IAGI tentang perubahan dari kode KCMI 2011 ke 2017. Garis besar singkat dari potensi mineral Indonesia dan faktor-faktor untuk mewujudkan eksplorasi dan pengembangan. Perbandingan kata yang berdampingan antara kode lama 2011 dan baru 2017. Tinjauan umum adalah bahwa salah satu perbedaan utama adalah meningkatkan tingkat studi teknis yang diperlukan untuk memajukan sumber daya, dan pendekatan yang lebih realistis untuk studi keuangan.

Kode KCMI 2017 umumnya mengacu pada templat CRIRSCO International 2013 dan telah diterima oleh CRIRSCO sebagai pedoman untuk melaporkan hasil eksplorasi, sumber daya mineral, dan cadangan mineral untuk kebutuhan pelaporan publik.

Dibandingkan dengan KCMI 2011, secara umum kode KCMI 2017 menjelaskan secara lebih rinci perlunya menjelaskan asumsi, studi teknis, dan hal-hal teknis lainnya yang terkait dengan pelaporan eksplorasi, sumber daya mineral dan Cadangan Mineral sehingga laporan tersebut dapat digunakan sebagai referensi oleh calon investor baik di Indonesia maupun di Indonesia. di luar Indonesia.

Diskusi;

Sebagian besar diskusi berfokus pada perubahan dari laporan Eksplorasi ke Sumber Daya sekarang membutuhkan studi pelingkupan, menggantikan jangka panjang dari "pemulihan ekonomi akhirnya".

- Jika salah satu bagian dari studi (katakanlah geoteknik) tidak memadai, maka status laporan dapat ditahan, tergantung pada penilaian CPI untuk memahami risiko proyek terkait.

- Laporan non-publik dapat disiapkan di luar kode KCMI 2017, tetapi profesionalisme CPI akan mengharuskan semua laporan tersebut sesuai dengan kode pelaporan KCMI 2017.

- Beberapa diskusi tentang tingkat akurasi untuk studi yang berbeda - pada tonase, model keuangan dll.

- Studi pendukung untuk memasukkan aspek non-teknis, seperti kehutanan, masyarakat, lingkungan, dll.

Lufti Rachmad, Insinyur Pertambangan / CPI, PERHAPI. Pedoman untuk studi teknis untuk KCMI 2017. Ada 3 tingkat studi, yaitu studi pelingkupan, studi pra-kelayakan, dan studi kelayakan. Elemen-elemen dari setiap studi disajikan relatif terhadap pelaporan sumber daya atau cadangan. Elemen-elemen ini termasuk desain tambang, studi geoteknik & hidrologi, laju produksi, mineralogi, izin pemerintah, risiko sosial, belanja modal dan operasional, dll. Contoh berbagai indeks laporan ditunjukkan untuk mendorong pelaporan penuh secara sistematis.

Menggunakan KCMI 2017

Johan Arif, CPI IAGI, menguraikan pelajaran yang didapat saat bekerja dengan J Resources tentang deposit mineral. Poin-poin kunci meliputi;

- Proyek pengembangan selalu memiliki pihak ketiga yang memeriksa, di mana investor menegakkan standar yang baik. Yang terbaik adalah melibatkan mereka di awal proyek, untuk memastikan Anda mendapatkan laporan yang dapat diterima.

- Kode pelaporan memastikan standar minimum, transparansi dan relatif mudah diikuti.

Berbagai contoh praktis dalam eksplorasi emas diberikan bersama dengan beberapa kartun berwarna dan grafik nyata dll. Untuk menyampaikan pesan. “Jadilah proaktif, aktif dan hindari reaktif”.

Okky B. Wijayanto - CPI IAGI. Dipresentasikan berdasarkan kewajaran dalam Studi Batubara. Audiens yang diingatkan untuk masuk akal tentang berbagai asumsi dan kriteria dalam eksplorasi batubara. Misalnya, ketebalan minimum batubara tergantung pada program penambangan utama, atau nisbah kupas agar sesuai dengan pemodelan ekonomi realistis.

Dwi Prasetya, CPI PERHAPI. Presentasi diagram alir untuk pengembangan deposit mineral termasuk titik validasi, poin keputusan untuk akhirnya mencapai status cadangan. Penting untuk memahami dasar-dasar di balik optimalisasi pit, umur rencana tambang, pemodelan keuangan untuk mencapai klasifikasi cadangan dll.

 

Source: LinkedIn Account of Ian Wollff (https://www.linkedin.com/pulse/socialization-kcmi-code-2017-ian-wollff/?trackingId=vInP37cLcF6zvhAkJpE5Bg%3D%3D)