Detail Berita


Menghitung Bulan Habis Kontrak, Arutmin dan KPC Bakal Tutup?



Tanggal terbit: 03-09-2019

duniatambang.co.id – PT Bumi Resources Tbk masih menunggu kepastian perpanjangan kontrak PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) untuk dua anak usahanya. Keduanya adalah PT Arutmin Indonesia yang akan habis kontrak pada 2020 dan PT Kaltim Prima Coal (KPC) yang akan habis kontrak pada 2021.

Baca juga: Jatuh Tempo 2020, PT Arutmin Indonesia Belum Ajukan Perpanjangan Operasi

Tidak lebih dari 2 tahun lagi, dua anak usaha BUMI tersebut harus memperpanjang PKP2B menjadi IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus). Waktu yang singkat menuju jatuh tempo diiringi dengan harga batubara yang semakin melemah, BUMI berusaha untuk menjaga kinerja keuangan perusahaan. Salah satunya dengan meningkatkan produksi batubara yang berkalori tinggi untuk mengimbangi harga batubara yang menunjukkan tren penurunan.

Pihak manajemen BUMI masih menunggu keputusan pemerintah mengenai perpanjangan kontrak PKP2B menjadi IUPK. Ketidakpastian ini mempengaruhi keputusan manajemen untuk rencana investasi yang masih tertahan.

Pemerintah sedang menyiapkan revisi ke-6 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. Perubahan ini ditujukan untuk perpanjangan kontrak PKP2B menjadi IUPK.

Tidak semua perpanjangan PKP2B yang diajukan oleh pemegang PKP2B dapat diterima oleh pemerintah. Pemerintah dapat menolak permohonan perpanjangan apabila berdasarkan hasil evaluasi, pemegang PKP2B menunjukkan hasil evaluasi kinerja yang buruk.

 

(MS)

Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !