Detail Berita


Pelarangan Ekspor Nikel Dipercepat Januari 2020, Begini Nasib Smelter Lokal



duniatambang.co.id – Pemerintah mempercepat pelarangan ekspor nikel dengan kadar dibawah 1,7%. Pelarangan ekspor ini seharusnya mulai berlaku tahun 2022. Kementerian Energi Sumber Daya Mineral dan Energi memastikan pelarangan ekspor nikel mulai berlaku 1 Januari 2020 yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Bambang Gatot, yang dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (02/09/2019).

Alasan percepatan pelarangan ekspor nikel ini adalah untuk memberdayakan smelter nikel lokal yang sedang tahap pembangunan maupun produksi. Serta untuk menjaga cadagan nikel Indonesia agar tidak lari ke negara luar.

Pelarangan ekspor nikel mendapat dukungan dan juga penolakan beberapa pihak. Dengan dikebutnya pelarangan ekspor nikel ini harus memperhatikan kesiapan smelter lokal. Misalnya Antam telah memiliki smelter yang telah berproduksi maupun dalam tahap penyelesaian.

Baca juga: Bangun Smelter Dekat Lokasi Tambang, Ada Untungnya

Antam memiliki 3 unit smelter dengan 4 lini produksi. Kapasitas total produksi mencapai 30.000 ton nikel dalam bentuk feronikel pertahun yang berlokasi di Pomala, Sulawesi Tenggara. Selain itu, Antam juga juga tengah menyelesaikan konstruksi pabrik Feronikel Haltim di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Dengan dipercepatnya pelarangan ekspor ini, keseriusan pengusaha dalam penggarapan smelter sangat diperlukan. Namun di sisi lain, penyelesaian smelter bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi terutama dalam hal pendanaan.

 

(MS)