Detail Berita


MGEI Sukses Adakan Bruncheon Talk “Marginal Deposits Into Production Mining”



Tanggal terbit: 30-08-2019

duniatambang.co.id - Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) adalah organisasi professional geologi ekonomi yang menjadi tempat bertemunya ahli geologi dalam bidang pertambangan mineral dan batubara khusus geologi ekonomi yang bergerak dalam bidang pertambangan mineral dan batubara. Sejak diresmikan, MGEI menjadi salah satu unit organisasi yang dinaungi oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). MGEI didirikan pada tahun 2008.

Dalam perayaan ulang tahun MGEI yang ke-11, Bruncheon Talk menjadi salah satu rangkaian agenda perayaan tersebut. Acara ini bertema “How To Turn Allegedly Small/Marginal Deposits into Mine/Production” yang diadakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 di Cohive D.Lab, Jakarta Pusat.

Dalam acara ini menghadirkan beberapa narasumber yang telah memiliki pengalaman dalam bidangnya masing-masing. Mereka adalah Iwan Munajat (Independent Consulting Geoscience), Ridho Lestari (GM Metallurgy Project & Development PT J. Resources Nusantara), Lufi Rachmad (Principal GEOMINE Mining and Geotechnical Consultant), dan Adi Maryono (VP Exploration PT J. Resource Nusantara).

Dalam kesempatan tersebut, Iwan menyampaikan bahwa marginal deposits sangat berpotensi untuk menjadi production mining dengan beberapa catatan yang harus dikembangkan. Marginal deposit biasanya memiliki tipe volume besar tetapi low grade dan volume kecil dengan high grade.

Dalam tahap development kegiatan penambangan, pendanaan adalah faktor yang sangat fundamental. Kendala utama marginal deposits adalah biaya produksi yang mahal. Namun, biaya yang mahal ini dapat ditekan jika deposit telah melalui beberapa tahapan dan dinyatakan layak untuk ditambang. Di sana, sangat berperan seorang CPI (Competent Person Indonesia) yan handal.

Baca juga: Urgensi Seorang CPI Berdasarkan Regulasi Pemerintah

Dengan adanya MGEI diharapkan menjadi wadah bertemunya para ahli geologi, mining, metalurgi yang saling bersinergi sehingga dapat memanfaatkan marginal deposits menjadi production mining.

 

(MS)

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !