Detail Berita


Bukit Asam Lakukan Efisiensi Kala Harga Batubara Anjlok



Tanggal terbit: 28-08-2019

duniatambang.co.id – Nasib harga batubara masih menjadi pertanyaan. Ketidakpastian harga batubara ini membuat perusahaan-perusahaan mengambil langkah. Meski HBA Agustus meningkat tipis, tidak menjadi jaminan harga batubara akan meningkat konsisten setiap bulannya.

Baca juga: Kabar Segar, Harga Batubara Acuan (HBA) Agustus Menanjak Tipis

Untuk menghadapi harga batubara yang tidak pasti ini, PTBA mengambil langkah untuk melakukan efisiensi guna untuk menjaga stabilitas kinerja keuangan perusahaan. Efisiensi yang dilakukan oleh PTBA adalah pengurangan pada kegiatan stripping ratio. Stripping ratio merupakan perbandingan overburden (lapisan penutup) yang harus dikupas dengan batubara yang akan diambil.

Seperti informasi yang disampaikan oleh finance.detik.com pada Selasa (27/08/19) bahwa laba PTBA pada semester I 2019 mencapai 16,2 miliar rupiah. Laba tersebut turun sebesar 21% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018.

PTBA mempunyai sejarah yang panjang dalam industri pertambangan di Indonesia. Awal mula perusahaan beroperasi  dikenal sebagai Tambang Air Laya di Tanjung Enim pada tahun 1919 yang pada saat itu dimulai dengan metode tambang terbuka.

Pada tahun 2019, PTBA menargetkan produksi batubara sebesar 27,26 juta  metrik ton. Target ini naik 3% dari realisasi produksi pada tahun sebelumnya. Sementara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menargetkan produksi batubara sebesar 23,5 juta ton.

Baca juga: Harga Batubara Dunia Melemah, Saham Sektor Tambang Domestik Tertekan

Meski harga batubara turun dan berdampak menurunnya kinerja perusahaan, ITMG tidak mengubah target produksi batubara. Sama halnya dengan PTBA, ITMG juga melakukan efisiensi operasional dengan menurunkan stripping ratio untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

 

(MS)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !