Detail Berita


Begini Cara Penambangan Timah Lepas Pantai



Tanggal terbit: 28-08-2019

duniatambang.co.id - Timah merupakan komoditas utama di Pulau Bangka Belitung. Endapan timah di Pulau Bangka Belitung merupakan yang terbesar di bandingkan pulau-pulai lain di Indonesia. Selain komoditas utama, pada kegiatan penambangan timah juga terdapat mineral ikutan yang ekonomis apabila dimanfaatkan.

Baca juga: Mencengangkan, Potensi REE di Indonesia Bikin Melongo

Dalam sejarah penambangan timah, teknologi penambangan telah berkembang pesat. Berkat kemajuan teknologi, penambangan timah semakin efektif sehingga mengurangi tailing yang dihasilkan.

Timah mengendap di darat maupun di laut menyebabkan kegiatan penambangan dapat dilakukan di darat dan di laut. Proses penambangan timah di darat menggunakan metode pompa semprot (gravel pump).

Sementara penambangan timah di laut atau sering disebut dengan penambangan lepas pantai menggunakan alat kapal keruk. Kapal keruk yang biasa digunakan adalah jenis Bucket Line Dredges. Ukuran mangkuk kapal keruk mulai dari 7 cuft hingga 24 cuft dan dapat beroperasi mulai dari kedalaman 15 sampai 50 meter dibawah permukaan laut.

Dalam upaya peningkatan produksi, penambangan timah juga menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP). Bertujuan untuk mengambil cadangan sisa yang tidak terjangkau oleh kapal keruk sehingga recovery lebih besar. Kemudian dengan pengembangan Bucket Wheel Dredges yang nantinya akan menggantikan kapal keruk jenis Bucket Line. Bucket Wheel Dredges ini memiliki kemampuan gali hingga 70 meter kubik di bawah permukaan laut.

Bijih timah dari kapal keruk dan kapal isap dilanjutkan dengan pencucian untuk mendapatkan kadar minimal 30% Sn. Kemudian, diangkut menggunakan kapal tongkang ke tempat pengolahan bijih timah. Biji timah yang diolah di tempat pengolahan harus memenuhi kriteria  peleburan yaitu menghasilkan kadar Sn minimal 70%.

 

(MS)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !