Detail Berita


Raup Laba, Perusahaan ‘Berpaling’ Kepada Batubara Kokas



Tanggal terbit: 17-08-2019

duniatambang.co.id – Meski harga batubara tengah menunjukkan tren penurunan, sejumlah perusahaan justru menunjukkan kinerja yang baik tahun ini. Salah satunya adalah PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS). Produsen batubara ini tak kehilangan akal untuk tetap mendapatkan keuntungan saat harga batubara anjlok.

Baca juga: Harga Batubara Dunia Melemah, Saham Sektor Tambang Domestik Tertekan

Pasalnya, perusahaan berkode saham BOSS tersebut memproduksi batubara berkalori tinggi. Sepanjang semester I tahun 2019 produsen batubara ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 22,77% menjadi 11,70 miliar. Pertumbuhan laba yang cukup signifikan.

Selain dari PT BOSS, kinerja keuangan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga bersinar selama semester pertama tahun 2019. PT United Tractors Tbk memproduksi batubara kokas. Secara optimis, UNTR berharap dapat mengejar target produksi pada semester II tahun 2019.

Tak mau ketinggalan, PT Adaro Energy yang merupakan produsen batuabra besar di Indonesia juga menggeluti usaha batubara kokas. Dengan melihat industri baja yang meningkat, sehingga pengembangan usaha batubara kokas akan menunjukkan tren meningkat pula.

Persaingan bisnis batubara kokas akan semakin ketat dengan hadirnya sejumlah perusahaan batubara yang mulai ekspansi mengembangakan bisnis batubara kokas. Saat ini, Australia masih menjadi produsen batubara kokas terbesar di dunia.

Penurunan harga batubara berpengaruh sedikit terhadap harga batubara kokas. Harga batubara kokas cenderung lebih tinggi sehingga perusahaan masih tetap mendapatkan keuntungan meski harga batubara menurun. Cadangan batubara kokas tidak sebanyak cadangan batubara berkalori rendah sehingga volume penjualannya juga tergolong masih rendah.

 

(MS)

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !