Detail Berita


Larangan Ekspor Nikel Dipercepat, Investasi Smelter Dapat Terganggu



duniatambang.co.id – Pemberlakuan larangan ekspor bijih nikel kadar rendah akan dipercepat yang seharusnya berlaku mulai 2022. Percepatan ini dengan harapan Indonesia siap untuk industri produk jadi nikel dalam negeri.

Banyaknya berita yang beredar mengenai pelarangan ekspor nikel, pengusaha nikel timbul kecemasan. Rencana pelarangan ekspor itu dinilai tidak adil terhadap perusahaan yang mendapatkan kuota ekspor yang saat ini masih berinvestasi dalam pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter).

Baca juga: Penambang Nikel ‘Happy’, Tiga Smelter Nikel Dipastikan Beroperasi Tahun Ini

Jika pelarangan ekspor nikel dipercepat, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian yang masih dalam tahap investasi akan terganggu. Akibatnya, akan berdampak pada harga nikel di dalam negeri yang akan merosot.

Pengusaha nikel berharap pemerintah seharusnya dapat konsisten terhadap peraturan yang telah dibuat. Semestinya penghentian ekspor nikel dengan kadar kurang dari 1,7% pada 2022 mendatang. Sehingga diiringi dengan persiapan smelter yang telah dibangun dapat beroperasi.

Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari Kementerian ESDM bahwa pelarangan ekspor akan dihentikan tahun ini seperti isu yang beredar. Rencana penghentian ekspor nikel ini bertujuan untuk mendorong hilirasiasi mineral dalam negeri seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

 

(MS)