image

"Kegiatan Ekplorasi PT Sumbawa Timur Mining"
Sumber gambar: sumbawatimurmining.co.id

Dunia Tambang / 17 November 2022 / 0 Komentar

Eksplorasi Tambang PT Sumbawa Timur Mining  Emas Eksploitasi 

Target Eksploitasi Tambang Hu’u NTB Adalah Tahun 2030, Paling Cepat 2028

duniatambang.co.id Tambang emas yang berada di wilayah Kecamatan Hu’u, Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), ditarget untuk mulai beroperasi melaksanakan kegiatan penambangan pada tahun 2030 mendatang. Untuk saat ini, PT Sumbawa Timur Mining (STM) yang menjadi operator tambang tersebut mengaku masih melakukan kegiatan eksplorasi.

Pihak Sumbawa Timur Mining pun meminta bantuan kepada pemerintah setempat untuk membantu dalam menjaga kondusifitas wilayah di sekitar situs pertambangan, agar kegiatan eksplorasi yang sedang dilakukan bisa berlangsung dengan lancar.

“Tahapan eksploitasi direncanakan mulai tahun 2030 nanti, atau paling cepat tahun 2028. Hal tersebut nanti tergantung dari kegiatan eksplorasi sekarang ini. Apabila lancar, mungkin bisa dilakukan lebih cepat. Namun jika ada halangan, maka kegiatan eksploitasi tidak akan bisa dilakukan dengan cepat,” ungkap Bupati Dompu, Kader Jaelani.

Pihak Sumbawa Timur Mining sendiri mengaku bahwa dalam kegiatan operasionalnya, mereka telah memakai 60% sumber daya manusia dari warga lokal.

Perusahaan saat ini juga sedang mencari langkah yang paling tepat untuk melakukan eksploitasi emas dan mengembangkan tenaga listrik yang memanfaatkan panas bumi di area tambang tersebut. Pasalnya, diketahui selain menyimpan potensi emas yang diproyeksi jumlahnya mencapai 2 miliar ton, kawasan tambang itu rupanya juga menyimpan potensi panas bumi.

“Pihak STM sedang mencari cara mengerjakan antara tambang emas dan panas bumi yang ada di sana. Sebab jika salah langkah, akan bisa berbahaya, bisa bocor. Hal inilah yang saat ini sedang dipelajai. Yang pasti, tambang emas itu membutuhkan tenaga listrik, dan inginnya hal itu bisa dikembangkan secara bersama-sama,” tambah Kader.

Sebagai informasi, Sumbawa Timur Mining adalah pemegang kontrak karya generasi ketujuh, yang diteken oleh pemerintah di tanggal 19 Februari 1998. Saham perusahaan mayoritas dimiliki oleh Vale S.A dengan persentase 80% lewat Eastern Star Resources Pty Ltd, sementara sisanya dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan persentase 20%.

 

 

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar