image

"Kegiatan Pertemuan Teknis Tahunan Kepala Teknik Tambang 2022 di Aula Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara Lantai 7 (PPSDM Geominerba)"
Sumber gambar: Dokumentasi dunia tambang media

Dunia Tambang / 11 November 2022 / 0 Komentar

Pertemuan Teknis Tahunan Kepala Teknik Tambang 2022 Good Mining Practice Produktif 

PERTEMUAN TEKNIS TAHUNAN KEPALA TEKNIK TAMBANG 2022

duniatambang.co.id Kamis, 10 November 2022 pukul 07.30 WIB dilaksanakan Kegiatan Pertemuan Teknis Tahunan Kepala Teknik Tambang yang bertempat di Aula Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi Mineral dan Batubara Lantai 7 (PPSDM Geominerba), Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring maupun luring yang dihadiri oleh Plh. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara/Kepala Inspektur Tambang, Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara, Kepala Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral, dan Batubara, Direktur Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung, Koordinator dan Sub Koordinator di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Koordinator Inspektur Tambang, Inspektur Tambang, dan Kepala Teknik Tambang perusahaan pertambangan.

Kegiatan Pertemuan Teknis Tahunan Kepala Teknik Tambang Tahun 2022 ini merupakan pertemuan fisik yang pertama kali diadakan oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara di masa pandemi COVID-19 yang melibatkan seluruh Kepala Teknik Tambang (KTT) serta Koordinator Inspektur Tambang (KorIT) di seluruh Indonesia pasca peralihan kewenangan pembinaan dan pengawasan pertambangan sesuai amanah Undang-Undang Republik Indonesia nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Kegiatan berlangsung selama 2 (dua) sesi ini berlangsung dengan khidmat dan optimis sebagai bentuk aktualisasi dari salah satu Misi Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara yaitu meningkatkan pembinaan, pengawasan, pengelolaan dan pengendalian kegiatan pertambangan secara berdaya guna, berhasil guna, berdaya saing, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Dalam sambutannya Bapak Dr. M. Idris Froyoto Sihite, SH, MH selaku Plh. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara menyampaikan Tahun 2022 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi industri pertambangan mineral dan batubara. Di tengah proses adaptasi di masa pandemi COVID-19, disrupsi teknologi, tuntutan penerapan Environmental Social and Governance dan komitmen Paris Agreement, dan seiring dengan membaiknya harga berbagai komoditas pertambangan, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara terus mendorong implementasi Kaidah Pertambangan yang Baik oleh para badan usaha pertambangan maupun usaha jasa pertambangan, agar kegiatan pertambangan mineral dan batubara di Indonesia dapat terus memberikan kontribusi yang optimal dan berarti secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek keteknikan dan lingkungan. Pertemuan Teknis Tahunan Kepala Teknik Tambang dengan tema “Bangkit Lebih Kuat untuk Pertambangan yang Aman, Produktif dan Berkelanjutan” yang menitikberatkan kepada upaya untuk peningkatan kinerja secara berkelanjutan dari perusahaan pertambangan dalam penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik.

Berdasar hasil evaluasi, diketahui bahwa dalam menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik beberapa sudah dilaksanakan dengan baik, namun dalam hal terdapat deviasi dengan standar yang ditetapkan pemerintah tersebut diharapkan dapat menjadi refleksi bagi kita bersama serta sebagai pembelajaran dan masukan kepada para Kepala Teknik Tambang dalam menyusun rencana langkah strategis perbaikan dan peningkatan kinerja pengelolaan Kaidah Pertambangan yang Baik di perusahaan masing-masing khususnya untuk pelaksanaan kegiatan operasional tahun 2023 mendatang. Segenap pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam penerapan Kaidah Pertambangan yang Baik perlu memiliki pemahaman yang baik untuk menangani dan mengantisipasi tantangan yang sedang dan akan dihadapi ini.

Selain itu, pada kegiatan ini juga disampaikan kinerja dan evaluasi penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik atau Good Mining Practice oleh Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara beserta Koordinator di Direktorat Teknik dan Lingkungan. Beragamnya jenis komoditas pertambangan yang diusahakan, besarnya dispraritas skala bisnis industri dari yang raksasa hingga UMKM, luasnya sebaran lokasi usaha pertambangan, serta ketersediaan sumber daya manusia untuk menjalankan dan mengawasi operasional pertambangan, tentunya menjadi tantangan sendiri untuk kegiatan pertambangan. Dalam kondisi tersebut, penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh para insan pertambangan. Oleh karena itu, pada kegiatan ini, kami berpesan agar KTT dapat mempelajari best practice dalam pengelolaan Teknis Pertambangan, Pengelolaan Keselamatan Pertambangan, Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan, Pengelolaan Konservasi Mineral dan Batubara, serta Pengelolaan Standardisasi dan Usaha Jasa Pertambangan Mineral dan Batubara.

Perbaikan berkelanjutan dalam penerapan Good Mining Practice merupakan tugas kita bersama, para insan pertambangan. Penerapan Good Mining Practice jangan hanya dilakukan pada saat ada pengawasan dari pemerintah saja, tetapi diharapkan menjadi sebuah kebutuhan dan core value tiap pelaku usaha dalam berkegiatan operasional. Kami selalu mengingatkan, salah satu tantangan industri pertambangan ke depan yang perlu diantisipasi adalah mengenai Social License to Operate.

Good Mining Practice adalah jawaban untuk tantangan tersebut, sebagai salah satu bukti pertanggungjawaban kita insan pertambangan kepada publik bahwa kegiatan pertambangan ini adalah industri yang diupayakan sebaik-baiknya untuk memberikan manfaatnya, menjaga keselamatan pelakunya, menjaga lingkungan dalam jangka panjang.

Kepala Teknik Tambang sesuai dengan amanat yang diberikan pada surat pengesahan dari Kepala Inspektur Tambang, diharapkan untuk dapat menjadi mitra pemerintah untuk mendesiminasikan kepada publik bahwa pada hakikatnya pertambangan bukan hanya aktivitas penggalian bahan tambang mineral dan batubara semata, melainkan aktivitas multidimensi yang meliputi aktivitas di bidang teknis, lingkungan, sosial, ekonomi, hukum, dan politik, yang dilakukan secara terencana dan sistematis dengan mempertimbangkan penerapan aspek teknik pertambangan, aspek konservasi mineral dan batubara, aspek perlindungan lingkungan, aspek keselamatan pertambangan, aspek pengelolaan usaha jasa dan standardisasi yang sesuai, sehingga pertambangan menjadi suatu bisnis yang memberi kontribusi bagi penerimaan negara, pengembangan suatu wilayah, dan pembangunan berkelanjutan.

Bapak Dr. M. Idris Froyoto Sihite, SH, MH juga mendorong agar implementasi Good Mining Practice menjadi sebuah gerakan yang diinternalisasi oleh setiap insan pertambangan sehingga menjadi sebuah budaya di negara kita tercinta.

Sebagai wujud komitmen bersama dalam hal penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik, Bapak Sunindyo Suryo Herdadi, ST, MT selaku Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara/Kepala Inspektur memimpin kegiatan “DEKLARASI KOMITMEN BERSAMA PENGELOLAAN KAIDAH TEKNIK PERTAMBANGAN YANG BAIK OLEH KEPALA TEKNIK TAMBANG SELURUH INDONESIA TAHUN 2022” yang ditandatangani bersama dengan perwakilan Kepala Teknik Tambang seluruh Indonesia yang berisi antara lain:

  1. Memimpin dan bertanggung jawab atas terlaksananya Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik pada kegiatan operasional pertambangan sesuai dengan peraturan perundangan;
  2. Menyusun dan melaksanakan program penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik, yang bersifat strategis, promotif, dan implementatif, dengan melibatkan manajemen tertinggi dan seluruh unsur pekerja tambang;
  3. Meninjau dan mengevaluasi secara mandiri kondisi penerapan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik saat ini pada perusahaan masing-masing dan melakukan perbaikan berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi tersebut, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap tantangan operasional ke depan, dengan memperhatikan perubahan yang terjadi di dalam dan di luar perusahaan; dan
  4. Meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik. (*)

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar