image

"Operasional PT Freepot Indonesia"
Sumber gambar: ptfi.co.id

Dunia Tambang / 3 November 2022 / 0 Komentar

Freeport Indonesia Perpanjangan Kontrak Tambang Grasberg IUPK 

Ada Potensi Sumber Daya Baru, Freeport Ingin Perpanjangan Kontrak Setelah 2041

duniatambang.co.id Pemerintah bersama dengan PT Freeport Indonesia telah mulai melakukan negosiasi awal, guna membahas perpanjangan kontrak Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk tambang Grasberg. Freeport Indonesia mengaku bahwa kepastian mengenai keberlanjutan kontrak setelah tahun 2041 menjadi sebuah hal yang sangat penting, utamanya sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang terhitung masih sangat melimpah di tambang tersebut.

Pada tahun 2018 silam, Freeport Indonesia telah memperoleh kepastian hukum serta kepastian usaha dengan mendapatkan perpanjangan kegiatan operasional selama 2 x 10 tahun sampai dengan tahun 2041 mendatang. Itu menjadi bagian dari kesepakatan divestasi saham Freeport Indonesia kepada Indonesia, di mana hal tersebut dilakukan melalui Inalum atau MIND ID.

Akan tetapi, pihak Freeport Indonesia memandang bahwa potensi sumber daya mineral di tambang Grasberg masih bisa dimanfaatkan sampai dengan lebih dari 2041, dan karenanya mereka pun berharap bisa kembali mendapatkan perpanjangan kontrak lagi ke depannya.

Dengan adanya perpanjangan di atas tahun 2041, Freeport Indonesia yakin akan mampu menjaga keberlanjutan kegiatan operasional pertambangan dan identifikasi pengembangan sumber daya lanjutan yang tersimpan di tambang Grasberg.

“Negosiasi awal sudah kami lakukan, dan menurut kami ada pengakuan bahwa semua pihak yang berkepentingan wajib menemukan resolusi untuk hal ini. Tidak masuk akal bagi para stakeholder manapun kalau kami menjalankan operasi ini dengan deadline tahun 2041,” terang Richard C. Adkerson selaku Chairman dan CEO Freeport McMoran.

Richard juga menambahkan bahwa pihaknya telah berhasil melakukan identifikasi baru atas sumber daya yang ada di salah satu kawasan tambang Grasberg, yang nantinya bisa diolah melampaui masa Izin Usaha Pertambangan Khusus sampai tahun 2041 nanti.

“Karena masih berjalannya diskusi yang berlarut-larut mengenai kontrak kerja, kami masih belum bisa melakukan pengeboran deliniasi supaya bisa dengan pasti memahami apa yang terjadi pada bijih di kedalaman tersebut,” tandasnya.

 

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar