image

"Operasional Tambang Vale Brazil"
Sumber gambar: vale.com/brasil

Dunia Tambang / 1 November 2022 / 1 Komentar

Hilirisasi Tambang Nikel Vale  Vale Brazil Investasi Tambang

Vale Brazil Berminat Investasi Ratusan Triliun Dalam Proyek Hilirisasi Nikel di Indonesia

duniatambang.co.id Vale Sa, perusahaan tambang asal Brazil mengungkap rencana mereka untuk menggelontorkan dana investasi mencapai $8 miliar atau sekitar Rp123,8 triliun. Investasi itu akan ditujukan dalam pengembangan industri nikel di Indonesia.

Rencana soal investasi dalam jumlah besar tersebut merupakan hasil dari digelarnya Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia atau INA-LAC yang telah diadakan beberapa hari lalu di Serpong, Banten.

Umar Hadi selaku Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri RI mengatakan pihaknya sangat menyambut baik mengenai rencana Vale SA yang akan berinvestasi di Tanah Air. Rencana tersebut rupanya juga telah sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang disampaikan sebelumnya, yang menargetkan adanya peningkatan nilai tambah hasil produksi pertambangan dan juga upaya Indonesia dalam meningkatkan integrasi ekonomi bareng Amerika Latin dan Karibia.

“Rencananya itu perusahaan Vale asal Brazil ingin masuk ke industri hilirisasi nikel Indonesia, yang pada ujungnya nanti memproduksi baterai. Tentu hal ini pasti akan membantu terwujudnya program transisi energi lewat elektrifikasi kendaraan bermotor,” ungkap Umar.

Lebih lanjut Umar menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memang dikenal mempunyai cadangan nikel dengan jumlah yang sangat besar, di mana hal ini adalah sebuah potensi tersendiri untuk bisa menjalin kemitraan strategis di sektor pertambangan, terlebih banyak negara di Amerika Latin yang juga memiliki cadangan litium.

“Nikel kan juga memerlukan litium untuk diproduksi jadi baterai, jadi ada komplementaritas di situ,” tambah Umar.

Tidak hanya kerjasama dalam hilirisasi nikel yang sedang dijajaki pemerintah Indonesia bersama dengan Amerika Latin, terungkap bahwa keduanya juga tengah bernegosiasi soal kerjasama teknologi hidrogen.

Menurut Umar, pada dasarnya Indonesia dan juga sejumlah negara yang ada di kawasan Amerika Latin dan Karibia merupakan negara yang sedang berkembang, di mana akan membutuhkan pertumbuhan ekonomi secara stabil, namun juga senantiasa berkomitmen dalam upaya pengurangan emisi karbon.


 

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

1 Komentar:

  1. it is good news, let's read this article below: https://www.unair.ac.id/dilematika-lulusan-fresh-graduate-menuju-guncangan-resesi-dunia-2023/

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar