image

"Ilustrasi Pertambangan Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com

Dunia Tambang / 31 October 2022 / 0 Komentar

Keselamatan Kerja Tambang Kementrian ESDM IUPK SIMBARA 

Strategi Kementerian ESDM Dalam Mendorong Keselamatan Kerja di Area Tambang

duniatambang.co.id Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan bahwa pihaknya telah mengatur sedemikian rupa kegiatan tambang melalui penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Tujuan utamanya adalah supaya Kementerian ESDM bisa melakukan pemetaan terhadap para pelaku usaha pertambangan di Indonesia.

“Perusahaan yang sudah mengantongi izin, harus bisa bertanggung jawab dalam melakukan kegiatan operasional pertambangan, sesuai dengan praktik pertambangan yang baik dan juga mematuhi aturan yang ada,” terang Ridwan Djamaluddin selaku Dirjen Minerba, Kementerian ESDM.

Adapun dengan para pelaku usaha telah mengantongi izin kegiatan pertambangan tersebut, adalah agar mereka bisa menjamin dan memprioritaskan aspek keselamatan kerja. Dengan demikian, diharapkan kegiatan pertambangan bisa jauh lebih bertanggung jawab. Pihak kementerian ESDM juga mendorong agar para pelaku kegiatan pertambangan lebih memperhatikan kaidah serta standar yang benar.

Tidak hanya untuk aspek keamanan dan keselamatan kerja, para pemilik IUP dan IUPK juga wajib memastikan aspek keberlanjutan pasca kegiatan pertambangan. Salah satu yang bisa dijadikan contoh adalah program keberlanjutan yang sudah dilaksanakan oleh PT Timah Tbk.

PT Timah telah dinilai berhasil dalam memanfaatkan lahan bekas area pertambangan dengan menyulapnya menjadi tujuan wisata, yang pada akhirnya turut memberikan sumbangsih terhadap daerah.

Hal yang sama juga dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk, yang menjadikan area bekas tambang batu bara di Ombilin, Sumatera Barat sebagai tempat wisata. Bahkan tempat tersebut juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya oleh UNESCO.

Sementara itu di sisi lain Ridwan mengatakan, mereka yang tidak memiliki izin adalah mereka yang kemudian cenderung lalai atas komitmen revitalisasi, rehabilitasi serta reklamasi lahan pasca pertambangan.

“Hal ini berdampak luas, tidak hanya negara yang dirugikan tetapi juga masyarakat sekitar, karena kegiatan pertambangan yang tidak bertanggung jawab itu,” tambah Ridwan.

Langkah lain yang diambil oleh Kementerian ESDM dalam mendorong keberlanjutan adalah dengan membuat sistem bernama SIMBARA, yang memiliki fungsi dalam kegiatan pengawasan dan pengelolaan sektor minerba terhadap ekosistem sekitar area tambang.

 

 

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar