image

"Kegiatan Operasional Tambang PT Petrosea Tbk"
Sumber gambar: petrosea.com

Dunia Tambang / 26 October 2022 / 0 Komentar

Bisnis Tambang PT Petrosea Tbk First Cut Mining Operation 

Wujudkan Ekspansi Bisnis, Petrosea Percepat Proyek First Cut Mining di Konawe Utara

duniatambang.co.id PT Petrosea Tbk (PTRO) dilaporkan telah mampu melakukan akselerasi pengerjaan First Cut Mining Operations di proyek Cipta Djaya Selaras Mining. Proyek tersebut sejatinya ditargetkan selesai pada akhir tahun 2022, namun berhasil dipercepat menjadi tanggal 11 Oktober 2022.

Proyek bersama Cipta Djaya Selaras Mining sendiri merupakan strategi ekspansi bisnis dan diversifikasi perusahaan merambah ke sektor tambang nikel. Selain itu juga menjadi upaya perusahaan untuk bisa berkembang menjadi perusahaan sumber daya alam berkelanjutan dalam mendukung pengembangan sektor tambang dalam negeri.

Seperti yang telah diketahui, pada Juni lalu Petrosea telah meneken kontrak kerjasama bersama Cipta Djaya Selaras Mining yang nilainya mencapai Rp1,58 triliun untuk masa kontrak empat tahun sampai 2026 mendatang. Jangkauan kerja Petrosea dalam proyek tersebut adalah di wilayah Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, dengan menyediakan jasa pertambangan nikel dari tambang ke pelabuhan, termasuk juga jasa pembangunan infrastruktur pertambangan.

Catatan keuangan Petrosea untuk kuartal ketiga tahun 2022 ini menunjukkan terjadinya peningkatan overburden volume yang mencapai 13,94% secara kuartalan. Kemudian juga peningkatan produksi batu bara sebesar 18,95% secara kuartalan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, di mana ini merupakan hasil dari peningkatan kegiatan operasional perusahaan.

Sekretaris Petrosea Anto Broto memaparkan bahwa pencapaian yang didapat perusahaan merupakan wujud dari kemampuan Petrosea dalam menerapkan Operational Excellence yang didukung oleh Mine Development Capabilities.

“Ini termasuk bidang geologi, perencanaan, rekayasa, operasional, pemeliharaan dan teknologi digital dalam pertambangan, guna menyediakan layanan terintegrasi dari ujung ke ujung, termasuk pengendalian biaya serta transparansi keuangan,” kata Anto Broto.

Petrosea juga memiliki rencana jangka panjang dengan melakukan repositioning, di mana sebelumnya perusahaan bergerak dalam bidang kontraktor tambang menjadi pemilik tambang, guna menguatkan kinerja dan memperoleh nilai tambah.

 

 

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar