image

"Ilustrasi smelter tembaga"
Sumber gambar: amman.co.id

Dunia Tambang / 2 September 2022 / 0 Komentar

Smelter Amman Mineral Tembaga Hilirisasi Mineral 

Smelter Milik Amman Mineral Industri Mampu Kelola Produksi Tambang Batu Hijau

duniatambang.co.id - PT Amman Mineral Industri (AMIN) mengatakan bahwa fasilitas smelter yang bakal dibangun perusahaan di wilayah Maluk, Sumbawa Barat, dengan kapasitas mencapai 900 ribu ton per tahun itu, bisa digunakan untuk mengolah seluruh produksi dari tambang Batu Hijau.

“Kapasitas smelter yang bakal kita bangun nantinya, bisa mencapai 900 ribu ton per tahun. Smelter itu akan bisa memproses semua hasil produksi perusahaan,” terang Vice President Affairs PT Amman Mineral Industri, Aditya Mandala.

Dari 900 ribu ton konsentrat tersebut, akan mampu menghasilkan sebanyak 220 ribu ton katoda tembaga, itu juga termasuk lumpur anoda. Selama ini, Indonesia dalam memenuhi kebutuhan katoda tembaga di dalam negeri, masih bergantung pada impor dari luar negeri.

“Apabila nanti kita sudah bisa mulai produksi, kemudian Freeport juga, Insha Allah kita tidak akan mengimpor lagi dari luar,” tambahnya.

Aditya menambahkan bahwa dengan mulai dibangunnya smelter yang ada di kecamatan Maluk itu, bagian terpenting yang wajib untuk dipertimbangkan adalah soal mendatangkan investasi di area hilir. Pasalnya, produksi smelter tersebut tidak hanya bakal menghasilkan katoda dan lumpur tembaga semata, akan tetapi juga akan bisa menghasilkan asam sulfat dan juga bahan turunan lainnya untuk kebutuhan industri.

“Kapasitas produksi asam sulfat dari smelter itu, bakal sekitar 838 ton per tahun, dan harus ada yang mengelolanya nanti,” kata Aditya.

Pihak pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat sendiri telah menyiapkan sejumlah lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan industri turunan, yang bakal mengelola hasil produksi smelter milik Amman Mineral Industri. Akan sangat disayangkan apabila tidak diupayakan untuk mencari investor di bagian hilir, karena bisa saja hasil produksi smelter akan dikelola oleh daerah lain, padahal Kabupaten Sumbawa Barat sendiri bisa menghasilkan nilai tambah dari fasilitas tersebut.

Saat ini, proses pembangunan smelter tersebut telah mencapai 32%. Sebelumnya, Ditjen Minerba dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah melakukan verifikasi ke lokasi fasilitas smelter itu secara langsung, guna melihat sejauh mana progres pembangunannya.

 

 

Penulis: Edo Fernando

Editor: Ocky PR.

Tinggalkan Komentar

Hanya nama dan komentarmu yang akan ditampilkan. Login diperlukan untuk meninggalkan komentar